MUSI RAWAS UTARA, MAHATVA.ID – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Jindi berhasil menyelesaikan pengeboran dua sumur pengembangan di Struktur West Belani, Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, pada 2026.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa dua sumur tersebut, yakni West Belani-21 dan West Belani-22, berhasil dibor dengan sasaran Formasi Air Benakat.
“Alhamdulillah, KKKS PT Jindi berhasil menyelesaikan pengeboran dua Sumur Pengembangan, yaitu Sumur West Belani-21 dan Sumur West Belani-22 pada tahun 2026,” ujar Djoko Siswanto.
Sumur West Belani-21 dibor secara vertikal dengan sasaran Formasi Air Benakat hingga mencapai kedalaman akhir 2.075 kaki atau sekitar 632 meter.
Setelah pengeboran selesai, zona produksi dibuka pada zona atas Formasi Air Benakat. Selanjutnya dilakukan instalasi pompa atau artificial lift untuk mendukung proses produksi.
Berdasarkan hasil pengujian awal, Sumur West Belani-21 mampu menghasilkan laju alir sebesar 191 barel minyak per hari (BOPD) dengan kandungan air sebesar 55 persen.
Capaian tersebut telah memenuhi sekaligus sedikit melampaui target produksi yang ditetapkan sebesar 180 BOPD.
Sementara itu, Sumur West Belani-22 mulai ditajak pada 13 Juli 2026. Sumur tersebut juga menyasar Formasi Air Benakat dan dibor secara vertikal hingga mencapai kedalaman akhir 2.160 kaki atau sekitar 658 meter.
Setelah pengeboran rampung, zona produksi dibuka pada zona atas Formasi Air Benakat dan dilanjutkan dengan pemasangan pompa artificial lift.
Hasil pengujian awal menunjukkan Sumur West Belani-22 menghasilkan laju alir sebesar 166 BOPD dengan kandungan air hanya 0,45 persen.
Produksi awal tersebut berada di atas target yang ditetapkan sebesar 150 BOPD.
Djoko Siswanto mengatakan hasil pengeboran kedua sumur tersebut memberikan tambahan kontribusi produksi dari Struktur West Belani.
Selain menambah potensi produksi, hasil tersebut juga memberikan data aktual mengenai karakteristik zona produksi pada Formasi Air Benakat.
“Selanjutnya, operasi akan difokuskan pada evaluasi kinerja kedua sumur dan sumur eksisting, monitoring laju produksi dan kandungan air, serta optimalisasi pengoperasian artificial lift agar produksi dapat dipertahankan secara optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.