JAKARTA, MAHATVA.ID – Penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (C-EOR) SEMAR di wilayah kerja KSO Meruap menunjukkan hasil positif dalam upaya meningkatkan produksi minyak.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan, penerapan C-EOR SEMAR berhasil meningkatkan produksi minyak rata-rata sekitar 20 persen dibandingkan baseline.
Capaian tersebut tercatat selama periode injeksi chemical SEMAR yang berlangsung mulai Februari hingga Juni 2026 atau selama kurang lebih empat bulan.
“Alhamdulillah C-EOR SEMAR yang diterapkan di KSO Meruap berhasil menaikkan produksi minyak rata-rata +/- 20 persen dari baseline, selama injeksi chemical SEMAR mulai Februari hingga Juni 2026 (empat bulan),” ujar Djoko Siswanto.
Menurut Djoko, hasil tersebut menjadi perkembangan positif dalam penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan minyak yang telah berproduksi.
Ia berharap program injeksi chemical SEMAR dapat terus berlanjut sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi minyak nasional.
“Mohon dukungan dan doa. Insya Allah program EOR injeksi chemical SEMAR terus berlanjut. Aamiin YRA,” kata Djoko.
Penerapan teknologi EOR menjadi salah satu upaya dalam mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi, terutama dari lapangan yang masih memiliki potensi cadangan namun membutuhkan metode peningkatan perolehan minyak.
Keberhasilan implementasi C-EOR SEMAR di KSO Meruap tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan produksi minyak nasional melalui optimalisasi lapangan eksisting.