• Jumat, 9 Oktober 2026

Petani Bogor Terancam Kekeringan, Jaro Ade Dorong Mitigasi dan Pangan Murah

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:37 WIB
Petani Bogor Terancam Kekeringan, Jaro Ade Dorong Mitigasi dan Pangan Murah
Petani Bogor Terancam Kekeringan, Jaro Ade Dorong Mitigasi dan Pangan Murah

BOGOR, MAHATVA.ID – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Indonesia mulai menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pertanian, terutama bagi petani yang masih mengandalkan sistem pertanian tadah hujan.

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau Jaro Ade, meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera melakukan langkah mitigasi terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan hingga gagal panen.

Menurut Jaro Ade, kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap produktivitas pertanian, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap ketersediaan pangan dan kondisi ekonomi masyarakat.

“Musim kemarau panjang ini tentunya akan berdampak bagi masyarakat, terlebih para petani yang mengandalkan pertaniannya dari tadah hujan dan kemungkinan terburuknya mengakibatkan gagal panen,” ujar Ade Ruhandi, Rabu (26/8/2026).

Jaro Ade menegaskan, Pemkab Bogor perlu bergerak lebih awal untuk mengantisipasi dampak kemarau. Mitigasi dinilai penting agar persoalan kekeringan tidak berkembang menjadi masalah ketahanan pangan di tengah masyarakat.

Ia meminta dinas terkait melakukan pemetaan terhadap wilayah pertanian yang memiliki tingkat kerawanan kekeringan tinggi sekaligus menyiapkan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

“Saya minta Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan dinas-dinas terkait agar menyelenggarakan kegiatan berupa pangan murah, dan juga Dinas Sosial agar menyelenggarakan kegiatan-kegiatan bantuan sosial kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan apabila produksi pertanian mengalami penurunan akibat kemarau panjang.

Selain penanganan dampak kemarau, Jaro Ade juga mendorong penguatan kolaborasi antara Pemkab Bogor dengan berbagai instansi vertikal.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu agenda pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Tahun depan (2027) Pemkab Bogor akan memperbaiki drainase-drainase yang fungsinya untuk mengairi persawahan para petani, sehingga saat musim kemarau tiba para petani tidak khawatir sawahnya kekeringan,” pungkas Jaro Ade.

Perbaikan jaringan drainase dan saluran irigasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam menghadapi ancaman kekeringan.

Pemkab Bogor juga didorong untuk memperkuat koordinasi dengan Polres Bogor dan Kodim dalam mendukung berbagai program ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bogor.

Dengan langkah mitigasi, bantuan pangan, penguatan jaring pengaman sosial, serta perbaikan infrastruktur pertanian, pemerintah daerah diharapkan mampu menekan risiko gagal panen sekaligus menjaga ketersediaan pangan masyarakat di tengah ancaman musim kemarau panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X