• Minggu, 11 Oktober 2026

BARA DI LAUT SEIRA: Nikolas Besitimur Hantam Serakahnya Segelintir Oknum Pembajak Warisan Leluhur!

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:33 WIB
BARA DI LAUT SEIRA: Nikolas Besitimur Hantam Serakahnya Segelintir Oknum Pembajak Warisan Leluhur!
BARA DI LAUT SEIRA: Nikolas Besitimur Hantam Serakahnya Segelintir Oknum Pembajak Warisan Leluhur!

Saumlaki,MAHATVA.ID -Laut Pulau Seira bukan sekadar hamparan air asin; ia adalah piring makan bersama yang disepuh oleh keringat dan doa para leluhur Seira Blawat. Namun hari ini, tatanan suci itu terancam runtuh.

Ketenangan warga pesisir mendadak mencekam, dihantam oleh ambisi rakus segelintir oknum yang nekat "membajak" laut demi kepentingan kekuasaan dan perut pribadi, Selasa (18/8/2026)

​Dengan senjata klaim sepihak dan manipulasi sejarah, kelompok ini dituduh sengaja menyulut bara konflik horizontal, mempertaruhkan nasib ratusan nelayan kecil demi hegemoni kelompok.

​"Mereka Sedang Menggali Kuburan Sendiri!"

​Melihat tanah kelahirannya diperkosa oleh keserakahan, Tokoh Pemuda Seira Blawat, Nikolas Besitimur, S.Sos, akhirnya meledak. Dengan nada berapi-api, Nikolas melontarkan kritik keras dan menuding para provokator tersebut telah menabur racun perpecahan di atas tanah adat yang telah berdiri berabad-abad.

​"Sejak zaman datuk-datuk kita, laut ini dititipkan untuk menghidupi SELURUH anak cucu Seira! Bukan untuk dijual, ditransaksikan, apalagi diklaim secara sepihak oleh segelintir orang rakus!" tegas Nikolas dengan nada geram.

​Nikolas tak main-main dalam peringatannya. Menurutnya, mereka yang nekat memalsukan fakta sejarah demi menguasai petuanan laut sebenarnya sedang mengundang musibah bagi diri mereka sendiri.

​"Oknum-oknum yang menaruh bara konflik dan merekayasa klaim sepihak ini sebenarnya sedang menggali kuburan mereka sendiri! Jangan demi syahwat politik dan kemakmuran pribadi, tatanan persaudaraan di pulau ini kalian hancurkan!" serunya menohok.

​Stop Jadikan Nelayan Kecil Kambing Hitam!

​Tak hanya membongkar kelakuan para elit lokal yang serakah, Nikolas juga membentengi para nelayan tradisional (bale-bale) yang kerap dijadikan sasaran intimidasi dan kambing hitam.

​Ia menegaskan, rakyat kecil yang berjuang di laut saban hari hanya berjuang demi sesuap nasi untuk anak dan istri, bukan pembawa bencana. Sangat tidak adil jika keringat nelayan kecil diperas dan hak hidup mereka dirampas oleh narasi-narasi provokatif.

​"Jangan sembarangan buat klaim atas laut yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Kalau merasa punya hak, buktikan secara terbuka! Uji secara adat, buka fakta sejarah, dan buktikan di mata hukum. Jangan main belakang pakai provokasi murah!" cetusnya.

Konsolidasi Pemuda: Gelombang Perlawanan Tanpa Anarki

​Isu perampasan ruang hidup ini kini memicu gelombang konsolidasi besar-besaran di tengah masyarakat Seira Blawat. Generasi muda yang tak rela warisan leluhurnya dijarah mulai merapatkan barisan.

​Meski tensi memanas, Nikolas mewanti-wanti agar perlawanan terhadap penjarahan laut ini tetap berjalan di atas koridor yang dingin, terstruktur, dan elegan.

​Tuntutan Utama Masyarakat Seira Blawat:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X