• Minggu, 11 Oktober 2026

Di Balik Langkah Tegap Paskibraka HUT ke-81 RI, Tersimpan Kisah Haru dan Perjuangan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:36 WIB
Di Balik Langkah Tegap Paskibraka HUT ke-81 RI, Tersimpan Kisah Haru dan Perjuangan
Di Balik Langkah Tegap Paskibraka HUT ke-81 RI, Tersimpan Kisah Haru dan Perjuangan

JAKARTA, MAHATVA.ID – Di balik langkah tegap, gerakan yang serempak, serta berkibarnya Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka, tersimpan cerita tentang haru, perjuangan, doa, dan kebanggaan.

Bagi para Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), momentum tersebut bukan sekadar menjalankan amanah negara. Bagi mereka, tugas itu menjadi pengalaman berharga yang akan dikenang seumur hidup.

Salah satunya dirasakan Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana, Paskibraka asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih, Maharazthu dipercaya menjalankan tugas sebagai pengerek bendera dalam Kelompok 8.

Bagi Maharazthu, kepercayaan tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan sekaligus mengharukan.

“Perasaan saya tentu saja bahagia, bahagia terharu karena bisa sampai ke Pasukan 8, yaitu pengerek bendera karena semua impian laki-laki yang Paskibraka pasti ingin jadi Kelompok 8,” tuturnya.

Paskibraka NTT: Jalankan Amanah dengan Doa

Cerita penuh haru juga datang dari Atanasius Meyllano Frans Yogar, Paskibraka asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dipercaya sebagai Komandan Kelompok 8 dalam prosesi penurunan Sang Merah Putih.

Atanasius mengaku tidak pernah menyangka dirinya dapat mencapai posisi tersebut. Sejak awal mengikuti proses seleksi, ia memilih menjalani setiap tahapan dengan penuh keyakinan dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.

“Ikut saja seleksi, mau sampai mana Tuhan kasih, pasti bersyukur dan menjalankan tugas yang baik,” ujarnya.

Bagi Atanasius, keberhasilan menjalankan amanah tersebut tidak terlepas dari doa dan dukungan keluarga. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada orang-orang terdekat yang terus memberikan dukungan selama menjalani proses sebagai Paskibraka tingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Atanasius juga menyampaikan doa dan ungkapan duka kepada keluarga serta masyarakat NTT yang tengah menghadapi bencana gempa bumi.

“Untuk Bapak Mama, saudara semua yang ada di NTT, yang sekarang terjadi bencana. Atanasius dari sini dan teman-teman turut berdoa dan mengucapkan turut berduka cita yang sebesar-besarnya karena terjadi gempa yang sangat besar di sana,” ucapnya haru.

Paskibraka Papua Bangga Bawa Nama Daerah

Kebanggaan lainnya dirasakan Neeltje Deliana Insjowi Werimon, Paskibraka asal Provinsi Papua yang dipercaya sebagai pembawa baki dalam prosesi penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih.

Bagi Neeltje, pengalaman tersebut terasa semakin istimewa karena menjadi pengalaman pertamanya mengikuti Paskibraka. Ia bahkan tidak menyangka dapat lolos hingga tingkat nasional dan dipercaya menjalankan tugas penting dalam upacara kenegaraan.

“Tentunya saya bahagia sekali dan tidak expect sekali karena ini pertama kali saya mengikuti Paskibra, bisa lulus tingkat nasional, bisa menjadi pembawa baki dan bisa membawa nama baik Provinsi Papua,” kata Neeltje.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X