• Minggu, 11 Oktober 2026

Obor Renungan Suci di Pondok Rajeg, Danlanud ATS: Kemerdekaan Lahir dari Pengorbanan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:22 WIB
Obor Renungan Suci di Pondok Rajeg, Danlanud ATS: Kemerdekaan Lahir dari Pengorbanan
Obor Renungan Suci di Pondok Rajeg, Danlanud ATS: Kemerdekaan Lahir dari Pengorbanan

BOGOR, MAHATVA.ID – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor melaksanakan renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Senin dini hari (17/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan bangsa.

Renungan suci berlangsung dalam suasana khidmat. Prosesi diisi dengan penyalaan obor dan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kehadiran jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor menjadi bentuk penghormatan sekaligus refleksi terhadap tanggung jawab generasi saat ini dalam melanjutkan perjuangan para pendahulu bangsa.

Komandan Lanud Atang Sendjaja (Danlanud ATS), Marsekal Pertama TNI A. F. Picaulima, mengatakan renungan suci bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan panjang yang diwarnai pengorbanan, darah, dan air mata para pahlawan.

“Bangsa kita sudah merdeka dan tentu saja kita harus menghargai mereka yang telah berjuang berdarah-darah sehingga hari ini kita bisa hadir dengan kondisi yang lebih baik daripada masa-masa sebelumnya,” ungkapnya.

Ia menilai semangat perjuangan para pahlawan harus terus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai kegiatan yang mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Penyalaan obor dalam prosesi renungan suci juga memiliki makna simbolis. Selain menciptakan suasana yang semakin khidmat, obor menjadi pengingat sekaligus sarana untuk membawa peserta menyelami kembali suasana perjuangan para pahlawan pada masa lalu.

“Menyalakan obor itu supaya kita semakin dapat menyelami bagaimana rasanya dalam berjuang dulu, sehingga kita di sini dapat memaknai lebih dalam lagi,” ujarnya.

Picaulima juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Menurutnya, kemerdekaan tidak boleh hanya dimaknai sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi harus diisi melalui semangat persatuan, gotong royong, dan perjuangan bersama.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

“Kita harus semakin kuat secara bersama-sama. Kita harus tingkatkan nilai kebangsaan, semakin gotong royong, karena hidup tidak semakin baik-baik saja. Kita harus berjuang lebih baik secara bersama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri,” tegasnya.

Renungan suci di TMP Pondok Rajeg pun menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X