Merauke,MAHATVA.ID -Dinamika birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan kembali bergerak. Soleman Jambormias, S.Pd., M.Kes., sosok yang sebelumnya menakhodai sektor pemuda hingga ekonomi kreatif, kini resmi dipercaya menempati posisi baru yang krusial bagi masa depan daerah, Jumat (14/8/2026)
Melalui prosesi pelantikan dan pengukuhan pejabat yang berlangsung khidmat, Soleman bertransisi dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua Selatan.
Dari Eksekutor Sektor Kreatif ke Arsitek Kebijakan Otsus
Perubahan posisi ini menandai pergeseran peran Soleman Jambormias, dari seorang eksekutor program di lapangan yang membawahi kepemudaan dan pariwisata menjadi pemberi masukan strategis di balik layar kekuasaan.
Sebagai Staf Ahli, ia kini berdiri di garis depan dalam memberikan telaah, rekomendasi, dan dukungan keahlian langsung kepada Gubernur.
Fokus barunya bukanlah perkara ringan: Otonomi Khusus, Jabatan ini mengharuskan Soleman untuk membedah instrumen Otsus agar mampu diimplementasikan secara tepat guna bagi masyarakat di provinsi termuda Indonesia ini.
Momentum Penguatan Otonomi Daerah
Dalam dokumentasi kegiatan, Soleman tampak mengikuti prosesi administrasi dan penandatanganan dokumen dengan penuh konsentrasi, disaksikan oleh jajaran pejabat teras Pemprov Papua Selatan.
Penugasan ini dipandang sebagai langkah taktis pemerintah untuk mengoptimalkan kapasitas intelektual para pejabat senior dalam mengawal kebijakan yang bersifat spesifik dan sensitif di tanah Papua.
Mengingat Papua Selatan memiliki karakteristik sosial-budaya dan tantangan pembangunan yang unik, peran Staf Ahli Bidang Pengembangan Otsus menjadi sangat vital.
Soleman diharapkan mampu menjembatani aspirasi lokal dengan regulasi nasional guna memastikan keberpihakan negara terhadap hak-hak masyarakat adat dan pembangunan berkelanjutan tetap terjaga.
Tantangan Baru: Menanti Rekomendasi Tajam
Dengan pengalaman manajerialnya yang panjang di Dinas Kepemudaan dan Pariwisata, publik kini menanti bagaimana Soleman Jambormias menerjemahkan "otot" birokrasi menjadi "otak" kebijakan.
Penugasan ini bukan sekadar rotasi jabatan biasa, melainkan ujian kapasitas untuk membuktikan bahwa pengembangan Otonomi Khusus di Papua Selatan memerlukan sentuhan tangan yang tidak hanya berpengalaman secara administratif, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap denyut nadi kebutuhan masyarakat lokal.