• Minggu, 11 Oktober 2026

526 Peserta Ikuti Forum Kebangsaan, Danpusterad Ajak Generasi Muda Perkuat Nasionalisme

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:33 WIB
526 Peserta Ikuti Forum Kebangsaan, Danpusterad Ajak Generasi Muda Perkuat Nasionalisme
526 Peserta Ikuti Forum Kebangsaan, Danpusterad Ajak Generasi Muda Perkuat Nasionalisme

BANDUNG, MAHATVA.ID – Kesadaran bela negara menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Danpusterad Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno dalam Forum Kebangsaan bertema “Kesadaran Bela Negara Merupakan Pondasi Dasar Menuju Indonesia Emas” yang digelar di Aula Muhammad Toda Kodiklatad, Bandung, Kamis (13/8/2026).

Forum Kebangsaan tersebut merupakan bagian dari Program Unggulan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Si. Kegiatan diikuti 526 peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, LSM, mahasiswa hingga pelajar.

Dalam forum tersebut, Danpusterad menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Ia mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan sebuah negara dapat mengalami disintegrasi ketika menghadapi krisis politik, ekonomi, konflik sosial maupun melemahnya figur pemersatu.

Danpusterad mencontohkan pecahnya Yugoslavia pada awal 1990-an sebagai salah satu pelajaran sejarah yang perlu dipahami oleh generasi muda.

“Bela negara bukan hanya tugas TNI, tetapi hak dan kewajiban seluruh warga negara,” tegas Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno.

Menurut Danpusterad, tantangan terhadap keutuhan bangsa saat ini mengalami perubahan. Ancaman tidak lagi hanya berbentuk militer, tetapi juga dapat muncul melalui ruang digital, ideologi, ekonomi, sosial, budaya, hingga derasnya arus informasi.

Karena itu, bela negara harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap dan tindakan yang memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

“Bela negara harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui integritas, etika digital, kreativitas, kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta kebanggaan terhadap identitas bangsa,” ujarnya.

Bagi TNI Angkatan Darat, upaya tersebut terus diperkuat melalui Pembinaan Teritorial (Binter) dan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Danpusterad juga menyoroti kekayaan Indonesia yang memiliki keberagaman suku, bahasa, agama dan warisan budaya.

Menurutnya, keberagaman tersebut bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan strategis yang harus dirawat melalui nasionalisme dan semangat persatuan.

Di sisi lain, generasi muda menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi. Di antaranya pemahaman nasionalisme yang masih bersifat simbolik, kesadaran bela negara yang belum merata, meningkatnya individualisme, menurunnya literasi sejarah, hingga masuknya berbagai pengaruh ideologi transnasional melalui ruang digital.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X