• Minggu, 11 Oktober 2026

Lapas Terbuka Kendal bersama Dinkes dan Puskesmas Patebon 1 melakukan skrining TBC, HIV, sifilis dan hepatitis C terhadap 81 warga binaan.

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:05 WIB
Lapas Terbuka Kendal bersama Dinkes dan Puskesmas Patebon 1 melakukan skrining TBC, HIV, sifilis dan hepatitis C terhadap 81 warga binaan.
Lapas Terbuka Kendal bersama Dinkes dan Puskesmas Patebon 1 melakukan skrining TBC, HIV, sifilis dan hepatitis C terhadap 81 warga binaan.

KENDAL, MAHATVA.ID – Lapas Terbuka Kendal terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga binaan melalui kegiatan skrining penyakit menular. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dan Puskesmas Patebon 1, sebanyak 81 warga binaan mengikuti skrining Tuberkulosis (TBC), HIV, sifilis, dan hepatitis C, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif untuk mendeteksi potensi penyakit menular sejak dini sekaligus memastikan warga binaan mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang optimal.

Rangkaian pemeriksaan diawali dengan skrining infeksi penyakit menular, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan HIV dan hepatitis C. Setelah itu, warga binaan menjalani pemeriksaan foto rontgen sebagai bagian dari skrining TBC.

Pelaksanaan skrining tersebut merupakan bentuk kerja sama antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Kementerian Kesehatan.

Kegiatan dilaksanakan secara serentak di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, mengatakan aspek kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan warga binaan.

“Kami ingin memastikan bahwa proses pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kemandirian dan kepribadian, tetapi juga kesehatan. Melalui skrining ini, kami berharap potensi penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan dan tindak lanjut dapat segera dilakukan,” ujar Nu’man.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Terbuka Kendal dalam memberikan pelayanan yang menyeluruh kepada warga binaan.

Sementara itu, dr. Nurul dari Puskesmas Patebon 1 menjelaskan bahwa skrining memiliki peran penting dalam menemukan potensi penyakit sedini mungkin, khususnya penyakit menular.

“Melalui kegiatan skrining ini, kita berupaya menemukan penyakit sedini mungkin, sehingga apabila ada warga binaan yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut dapat segera ditindaklanjuti,” jelas dr. Nurul.

Ia menambahkan, deteksi dini juga diperlukan untuk mengurangi risiko penularan sekaligus menjaga kondisi kesehatan bersama di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui kolaborasi antara Lapas Terbuka Kendal, Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dan Puskesmas Patebon 1, pemeriksaan kesehatan diharapkan dapat dilakukan secara optimal.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap kesehatan dan kemanusiaan.

Warga binaan yang sehat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pembinaan yang berkualitas, sehingga mereka dapat mengikuti berbagai program pembinaan secara optimal sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X