KENDAL, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian.
Kali ini, Lapas Terbuka Kendal melaksanakan panen perdana jagung hibrida yang ditanam di lahan seluas 4.200 meter persegi dengan hasil mencapai sekitar 2 ton jagung, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan panen berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Sejumlah pegawai, peserta magang, dan warga binaan Lapas Terbuka Kendal terlibat langsung dalam proses pemanenan.
Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian sekaligus memberikan pengalaman praktis mengenai pengelolaan sektor pertanian.
Bagi peserta magang, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat proses pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di lingkungan Lapas Terbuka Kendal.
Panen perdana ini merupakan tahap pertama dari budidaya jagung hibrida yang dikembangkan Lapas Terbuka Kendal. Panen berikutnya akan dilakukan secara bertahap di area lahan lainnya.
Perbedaan waktu panen tersebut disebabkan oleh waktu penanaman pada masing-masing lahan yang tidak dilakukan secara bersamaan.
Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, mengatakan hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian terus diarahkan pada kegiatan produktif yang mampu memberikan keterampilan bagi warga binaan.
“Panen perdana ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Terbuka Kendal terus berjalan secara produktif. Hasil 2 ton dari lahan 4.200 meter persegi tentu menjadi capaian yang patut kita syukuri,” ujar Nu’man Fauzi.
Menurutnya, capaian produksi bukan menjadi satu-satunya indikator keberhasilan program. Hal yang lebih penting adalah proses pembelajaran yang diperoleh warga binaan selama mengikuti kegiatan pertanian.
“Yang terpenting, proses ini memberikan pengalaman dan keterampilan kepada warga binaan untuk dapat mengelola sektor pertanian secara mandiri,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Terbuka Kendal, Iwan Kusmawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan panen dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan waktu tanam pada setiap lahan.
“Panen hari ini merupakan tahap pertama dengan hasil sekitar 2 ton. Untuk lahan lainnya akan dilakukan panen pada tahap berikutnya karena waktu penanamannya berbeda,” jelas Iwan.
Ia berharap hasil panen pada tahap selanjutnya dapat semakin optimal. Selain menghasilkan produk pertanian, kegiatan tersebut diharapkan terus menjadi sarana pembelajaran nyata bagi warga binaan.