• Senin, 12 Oktober 2026

Prabowo Minta Pemerintah Bangun Budaya Kepemimpinan Berbasis Fakta dan Realitas

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:25 WIB
Prabowo Minta Pemerintah Bangun Budaya Kepemimpinan Berbasis Fakta dan Realitas
Prabowo Minta Pemerintah Bangun Budaya Kepemimpinan Berbasis Fakta dan Realitas

JAKARTA, MAHATVA.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus dilaksanakan berdasarkan fakta, realitas, serta pendekatan ilmiah. Menurutnya, kebijakan yang berpijak pada bukti (evidence-based policy) menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju, mandiri, dan berdaya saing.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat menerima para periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dalam arahannya, Prabowo mengajak seluruh jajaran pemerintah membangun budaya kepemimpinan yang berlandaskan fakta sebagai dasar dalam mengambil setiap kebijakan.

"Saya terutama mengajak tim saya dan saudara-saudara sekalian kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realita dengan keadaan yang sebenarnya. Kadang-kadang fakta itu ya tidak enak, kadang-kadang melihat realita itu tidak enak, terus terang saja," ujar Presiden.

Menurut Prabowo, keberanian menghadapi fakta, meskipun tidak selalu menyenangkan, merupakan langkah awal untuk menemukan solusi yang tepat terhadap berbagai persoalan bangsa.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia tidak akan mengalami kemajuan apabila hanya diisi dengan keluhan atau kebiasaan mencari pihak yang dipersalahkan.

"Satu yang saya bilang, jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, karena itu tidak akan membantu," tegasnya.

Presiden juga menyoroti pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi sebagai fondasi utama dalam meningkatkan daya saing nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang melimpah dan harus terus dibina agar mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi pembangunan bangsa.

"Jadi kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali, tapi ya apapun yang kita punya harus, saudara-saudara saintis kan, harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses," katanya.

Prabowo menegaskan cita-cita Indonesia menjadi negara maju, adil, dan makmur hanya dapat diwujudkan melalui pendekatan yang rasional dan berbasis ilmu pengetahuan.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan fakta, sains, dan matematika sebagai landasan utama dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan.

"Kalau kita mendekati dengan cara saintifik, cara rasional, jangan dengan cara lain daripada rasional. Nanti kita akan keliru. Rasional, science, mathematics, reality. Reality is science, reality is mathematics. Nah jadi kadang-kadang fakta menyakitkan," ujar Presiden.

Presiden menilai penguatan budaya pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) menjadi langkah strategis dalam mendorong efektivitas pembangunan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X