• Senin, 12 Oktober 2026

Menkeu Purbaya Minta Toyota Pindahkan Pabrik Utama dari Thailand ke Indonesia, Siap Beri Insentif

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:26 WIB
Menkeu Purbaya Minta Toyota Pindahkan Pabrik Utama dari Thailand ke Indonesia, Siap Beri Insentif
Menkeu Purbaya Minta Toyota Pindahkan Pabrik Utama dari Thailand ke Indonesia, Siap Beri Insentif

JAKARTA, MAHATVA.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengajak Toyota untuk memindahkan pusat manufaktur utamanya dari Thailand ke Indonesia. Pemerintah bahkan menyatakan siap memberikan berbagai insentif guna menarik investasi yang lebih besar dari produsen otomotif asal Jepang tersebut.

Ajakan itu disampaikan Purbaya saat menghadiri GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Menurut Purbaya, pemerintah berkomitmen mendukung industri otomotif nasional, termasuk dengan menawarkan berbagai kemudahan apabila Toyota bersedia menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur utama di kawasan.

"Kita akan dukung Toyota juga, tapi bawa manufaktur utamamu dari Thailand ke Indonesia. I will give you every incentive that you want. Tapi dia nggak akan ngelakuin itu, sudah puluhan tahun nggak mau dia. Namanya juga usaha ya," ujar Purbaya.

Meski mengakui langkah tersebut tidak mudah mengingat Toyota telah lama membangun ekosistem industrinya di Thailand, Purbaya menegaskan pemerintah tetap membuka peluang investasi lebih besar di masa depan.

"Tapi ke depan kalau Anda mau lagi saya akan kasih insentif banyak," tambahnya.

Ceritakan Sukses Menarik Investasi Hyundai

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga mengenang pengalamannya saat masih bertugas di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ketika membantu proses masuknya investasi Hyundai ke Indonesia.

Ia mengatakan pemerintah saat itu memberikan pelayanan terpadu sehingga seluruh proses perizinan dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar empat bulan.

Menurutnya, berbagai kementerian dan lembaga dilibatkan secara langsung agar investor tidak mengalami hambatan birokrasi.

"Sejak dia datang sampai groundbreaking cuma butuh empat bulan, gratis lagi. Semua perizinan kami urus, Hyundai tinggal datang ke tempat kami," ungkapnya.

Purbaya menjelaskan koordinasi lintas kementerian menjadi salah satu faktor yang mempercepat realisasi investasi Hyundai di Indonesia.

Toyota: Ekosistem Industri Masih Berada di Thailand

Menanggapi pernyataan Menkeu, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Juliyanto, menjelaskan bahwa hingga kini Thailand masih menjadi basis utama produksi kendaraan komersial Toyota karena didukung ekosistem industri yang telah berkembang selama puluhan tahun.

Sementara itu, Indonesia lebih berfokus pada produksi kendaraan jenis Multi Purpose Vehicle (MPV), termasuk Toyota Kijang, serta mulai mengembangkan produksi Sport Utility Vehicle (SUV).

"Ekosistem kita MPV, sehingga Kijang ada di kita. Kalau kendaraan komersial ada di Thailand. Supplier dan industrinya juga sudah terbentuk di sana," jelas Nandi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X