• Senin, 12 Oktober 2026

Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Resmi Dimulai, Polda Riau Sambangi 17 Desa 3T hingga 17 Agustus

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 3 Agustus 2026 | 13:21 WIB
Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Resmi Dimulai, Polda Riau Sambangi 17 Desa 3T hingga 17 Agustus
Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Resmi Dimulai, Polda Riau Sambangi 17 Desa 3T hingga 17 Agustus

PEKANBARU, MAHATVA.ID – Polda Riau resmi memulai Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 dengan menyasar 17 desa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Provinsi Riau. Program yang berlangsung hingga 17 Agustus 2026 ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memperkuat persatuan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Pelepasan Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi dilakukan langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan, didampingi Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau M. Job Kurniawan, di Markas Polda Riau, Kota Pekanbaru, Sabtu (1/8/2026).

Mengusung tema "Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan", ekspedisi melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, nelayan, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan mengatakan, Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 akan dilaksanakan secara bertahap dengan mengunjungi 17 desa di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

"Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 akan menyambangi 17 desa yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau. Kegiatan berlangsung secara bertahap hingga 17 Agustus 2026 dengan membawa misi memperkuat persatuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan," ujar Herry.

Menurutnya, karakteristik geografis Provinsi Riau yang memiliki kawasan pesisir, kepulauan, dan wilayah terluar membutuhkan kehadiran pemerintah dan aparat negara secara langsung di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, kehadiran tim ekspedisi bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga menyerap aspirasi warga serta memahami berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah 3T.

"Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan wujud kehadiran negara hingga ke wilayah terluar. Fokus kita bukan memberi label pada suatu wilayah, melainkan memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat agar setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat," katanya.

Kapolda juga menginstruksikan seluruh personel untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi persoalan, serta mengedepankan kolaborasi dalam penyelesaian setiap permasalahan yang ditemukan di lapangan.

Selain memperkuat nilai-nilai sosial dan kebangsaan, Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 juga mengusung misi pelestarian lingkungan melalui program Green Policing. Salah satu fokus utamanya adalah restorasi hutan mangrove di kawasan pesisir yang rentan mengalami abrasi.

"Kalau mangrove terus mengalami abrasi, wilayah NKRI juga akan terus menyusut. Karena itu kita harus bersama-sama mendukung restorasi mangrove," tegas Herry.

Ia berharap program tersebut mampu mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat di wilayah 3T, sekaligus meningkatkan semangat kebangsaan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Sementara itu, Kepala Biro Operasi Polda Riau Kombes Pol. Ino Harianto memastikan seluruh kebutuhan operasional telah dipersiapkan sehingga pelaksanaan ekspedisi dapat berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.

Menurutnya, setiap tim akan melaksanakan tujuh program utama, yaitu penanaman pohon dan mangrove, pembagian Bendera Merah Putih, penyerahan bantuan mesin ketinting bagi nelayan, penyerahan sepeda motor untuk Polsek di wilayah terluar, dialog bersama masyarakat, penyaluran bantuan sosial, serta kegiatan makan bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X