• Rabu, 14 Oktober 2026

Rudy Susmanto Hidupkan Budaya Gotong Royong, Pimpin Korvei Massal Tata Bersih Jalur Jakarta–Bogor

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 7 Juli 2026 | 14:26 WIB
Rudy Susmanto Hidupkan Budaya Gotong Royong, Pimpin Korvei Massal Tata Bersih Jalur Jakarta–Bogor
Rudy Susmanto Hidupkan Budaya Gotong Royong, Pimpin Korvei Massal Tata Bersih Jalur Jakarta–Bogor

BOGOR, MAHATVA.ID – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, hingga unsur TNI-Polri untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong melalui gerakan korvei (kerja bakti) dan tata bersih di sepanjang Jalan Raya Jakarta–Bogor, Senin (6/7/2026).

Kegiatan diawali dengan apel gabungan di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor dan diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, para kepala perangkat daerah, Forkopimcam, lurah se-Kecamatan Cibinong, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim), Dinas Pekerjaan Umum, serta jajaran lainnya.

Usai apel, seluruh peserta langsung bergerak melaksanakan korvei dan penataan kawasan sepanjang Jalan Raya Jakarta–Bogor, dimulai dari perbatasan Kota Bogor hingga perbatasan Kota Depok. Langkah tersebut menjadi awal komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, indah, dan nyaman bagi masyarakat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, penataan wilayah tidak mungkin dilakukan pemerintah sendiri. Dengan wilayah yang terdiri dari 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui semangat gotong royong.

"Kalau bicara kebersihan dan penataan, tidak bisa sepenuhnya diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Kita butuh gotong royong bersama-sama. Mari kita ubah Bogor bersama-sama. Kuncinya hanya satu, kita ingin Bogor bersih," tegas Rudy Susmanto.

Menurut Rudy, wajah Kabupaten Bogor yang bersih merupakan hasil kerja keras banyak pihak, terutama petugas lapangan yang selama ini bekerja tanpa banyak diketahui masyarakat.

"Wajah Bogor menjadi bersih dan indah karena kerja keras orang-orang yang sering tidak terlihat. Mereka adalah para petugas kebersihan dari berbagai perangkat daerah yang setiap hari berjasa menjaga Kabupaten Bogor," ujarnya.

Penataan Dilakukan Secara Humanis

Dalam pelaksanaan penataan kawasan, Rudy memastikan pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan sisi humanis. Pemerintah Kabupaten Bogor tetap menghormati hak masyarakat untuk mencari nafkah, namun kepentingan umum juga harus menjadi prioritas.

Bangunan atau lapak yang berdiri di atas fasilitas umum maupun pedestrian akan diminta melakukan pembongkaran secara mandiri. Sementara pelaku usaha yang tidak mengganggu fasilitas publik tetap diperbolehkan beroperasi dengan syarat menjaga kebersihan lingkungan usahanya.

"Hak masyarakat untuk mencari rezeki tetap kita hormati. Tetapi hak pengguna jalan juga harus kita lindungi. Karena itu, seluruh pemilik usaha wajib menjaga kebersihan di lingkungan usahanya masing-masing," kata Rudy.

Target Penataan Bertahap

Rudy menargetkan penataan tahap awal dari perbatasan Kota Bogor hingga Simpang Empat Kandang Roda dapat diselesaikan dalam waktu maksimal dua hari. Selanjutnya kegiatan akan dilanjutkan dari perbatasan Kota Depok menuju Flyover Cibinong hingga secara bertahap menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Ia juga meminta seluruh camat, lurah, kepala desa, RT, dan RW untuk tidak menunggu instruksi ataupun kunjungan pemerintah daerah sebelum melaksanakan kegiatan bersih-bersih di wilayah masing-masing.

"Kita ingin hidupkan kembali budaya gotong royong karena di balik gotong royong ada kekuatan besar, yaitu kebersamaan dan silaturahmi," ungkapnya.

Tak Hanya Bersih-bersih, Kabel Semrawut hingga Baliho Ditertibkan

Gerakan korvei kali ini tidak hanya berfokus pada pembersihan sampah. Pemerintah Kabupaten Bogor juga melakukan penataan kabel yang menjuntai, pembongkaran penutup lokasi pembuangan sampah liar, pencopotan baliho yang mengganggu estetika kota, hingga mencabut paku yang menempel di batang pohon.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X