• Rabu, 14 Oktober 2026

SKK Migas: Sumur LBK-031 PHR Zona 4 Berhasil Uji Produksi 2.068 BOPD

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 30 Juni 2026 | 18:37 WIB
SKK Migas: Sumur LBK-031 PHR Zona 4 Berhasil Uji Produksi 2.068 BOPD
SKK Migas: Sumur LBK-031 PHR Zona 4 Berhasil Uji Produksi 2.068 BOPD

Prabumulih, MAHATVA.ID – Kabar menggembirakan kembali datang dari sektor hulu migas nasional. PT Pertamina EP Asset 2 (PT Pertamina Hulu Rokan/PHR Zona 4) berhasil mencatat hasil positif dari pengeboran sumur pengembangan LBK-031 di Struktur Lembak, Field Prabumulih, Sumatera Selatan.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa sumur tersebut berhasil melakukan uji produksi pada 29 Juni 2026 dengan hasil sementara mencapai 2.068 barel minyak per hari (BOPD) dan 2,68 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) yang mengalir secara alami (natural open flow) dari lapisan TAF-H.

"Alhamdulillah, PT Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Zona 4) telah melakukan pengeboran pengembangan LBK-031 pada 9 Mei 2026 dan pada 29 Juni 2026 berhasil melakukan uji produksi dengan hasil sementara mencapai 2.068 BOPD dan 2,68 MMSCFD yang mengalir secara natural open flow pada lapisan TAF-H," ujar Djoko Siswanto.

Menurutnya, produksi sumur tersebut berasal dari Layer H yang memiliki tekanan reservoir sangat baik, sehingga mampu menghasilkan aliran hidrokarbon secara alami tanpa bantuan artificial lift pada tahap awal.

Lokasi pengeboran berada di Struktur Lembak, Field Prabumulih, yang terletak di sebelah timur laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Djoko Siswanto juga mengapresiasi keberhasilan operasi pengeboran yang berlangsung dengan mengedepankan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) serta Operational Excellence.

Sumur LBK-031 dibor menggunakan Rig PDSI #43.3/AB-1500E dengan metode directional drilling (pengeboran berarah) hingga mencapai kedalaman 2.250 meter measured depth (mMD) atau 2.060,26 meter true vertical depth (mTVD).

Seluruh rangkaian pekerjaan, mulai dari pengeboran hingga uji produksi, diselesaikan dalam waktu 52 hari tanpa mencatatkan kecelakaan kerja.

Selain mencatat hasil produksi yang menggembirakan, proyek pengeboran ini juga menunjukkan efisiensi anggaran.

Djoko menjelaskan bahwa hingga tahap uji produksi, realisasi biaya baru mencapai 89,81 persen dari total anggaran yang telah disetujui (field estimate).

Keberhasilan ini diharapkan dapat semakin memperkuat produksi migas nasional sekaligus mendukung target peningkatan lifting minyak dan gas bumi Indonesia.

"Mohon doa agar sumur ini segera diproduksikan. Aamiin YRA. Demikian laporan dan terima kasih atas doa dan dukungan Bapak-Ibu semua," tutup Djoko Siswanto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X