• Kamis, 15 Oktober 2026

Indonesia Raih Perunggu dan Perak di Australia, PBTI Apresiasi Perjuangan Atlet Taekwondo Menuju Asian Games 2026

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 22 Juni 2026 | 13:39 WIB
Indonesia Raih Perunggu dan Perak di Australia, PBTI Apresiasi Perjuangan Atlet Taekwondo Menuju Asian Games 2026
Indonesia Raih Perunggu dan Perak di Australia, PBTI Apresiasi Perjuangan Atlet Taekwondo Menuju Asian Games 2026

JAKARTA, MAHATVA.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Richard Tampubolon, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tim Pelatnas Taekwondo Indonesia yang berhasil meraih medali pada ajang WT President's Cup Oceania 2026 dan Australia Open 2026 yang berlangsung di Gold Coast, Queensland, Australia.

Dalam dua kejuaraan internasional tersebut, Indonesia berhasil membawa pulang satu medali perunggu dan satu medali perak melalui atlet andalan kelas -54 kilogram, Aziz Hidayat Tumakaka.

WT President's Cup Oceania 2026 yang digelar pada 18–19 Juni 2026 merupakan turnamen bergengsi berstatus Grade 3 (G3) yang memberikan poin ranking dunia lebih besar dibandingkan Australia Open yang berstatus Grade 2 (G2). Ajang tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam kalender resmi World Taekwondo.

Sebanyak 621 atlet nomor kyorugi dari berbagai negara turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Selain kategori senior, panitia juga mempertandingkan nomor junior, cadet, para kyorugi, dan para poomsae.

Aziz Hidayat Persembahkan Medali Perunggu

Kontingen Indonesia menurunkan empat atlet, yakni Mhd Raihan Fadhilah (-80 kg), Khavka Zhaviv (-63 kg), Aziz Hidayat Tumakaka (-54 kg), serta M. Rizal pada nomor poomsae individual putra.

Prestasi terbaik pada WT President's Cup Oceania diraih Aziz Hidayat Tumakaka. Atlet kelas -54 kilogram tersebut sukses melaju hingga babak semifinal setelah menaklukkan wakil Jepang, Ohara Keishin, di perempat final.

Aziz menang meyakinkan dengan skor 20-12 pada ronde pertama dan 16-0 pada ronde kedua. Kemenangan itu memastikan medali perunggu untuk Indonesia.

Langkah Aziz menuju final akhirnya terhenti setelah menghadapi wakil Amerika Serikat, Gun Youngsuk Ethan. Meski memberikan perlawanan sengit, Aziz harus mengakui keunggulan lawannya dan puas dengan raihan medali perunggu.

Sementara itu, Khavka Zhaviv berhasil menembus babak 16 besar setelah mengalahkan atlet Australia, Marthin Jack. Namun langkahnya terhenti saat menghadapi wakil Chinese Taipei, Huang Cho Cheng.

Di kelas -80 kilogram, Mhd Raihan Fadhilah juga harus mengakhiri perjuangannya pada babak 16 besar setelah menghadapi atlet Arab Saudi, Hamedi Tareq.

Lanjut Bersinar di Australia Open 2026

Performa Aziz kembali mencuri perhatian pada Australia Open 2026 yang berlangsung 20–21 Juni 2026 di lokasi yang sama.

Atlet muda Indonesia tersebut sukses melaju hingga partai final dan meraih medali perak setelah mengalahkan wakil Australia, Chau Nathan, pada babak perempat final.

Pada semifinal, Aziz tampil luar biasa saat menghadapi atlet Hong Kong, Chau Ngai Long. Pertandingan berlangsung ketat hingga tiga ronde sebelum Aziz memastikan kemenangan dengan skor 23-12 pada ronde penentuan.

Di partai final, Aziz berhadapan dengan atlet Brasil, De Moraes Giovanni Aubin. Setelah pertarungan sengit, Aziz harus puas menjadi runner-up usai kalah tipis 12-14 pada ronde ketiga dan berhak atas medali perak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X