• Jumat, 16 Oktober 2026

Komisi V DPR Optimistis Sekolah Rakyat Bekasi Rampung Sebelum Tahun Ajaran Baru

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 14 Juni 2026 | 13:39 WIB
Komisi V DPR Optimistis Sekolah Rakyat Bekasi Rampung Sebelum Tahun Ajaran Baru
Komisi V DPR Optimistis Sekolah Rakyat Bekasi Rampung Sebelum Tahun Ajaran Baru

BEKASI, MAHATVA.ID – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, optimistis pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dapat diselesaikan sebelum dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Hal tersebut disampaikan Huda usai melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 83 persen menunjukkan proyek strategis tersebut berada pada jalur yang tepat untuk segera dioperasikan dan melayani masyarakat.

“Karena waktu pembangunan yang terbatas, kami harapkan secara kualitas tidak ada penurunan dan harus tetap dijaga. Kami ingin mitra terkait, yaitu PT Brantas Abipraya dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, terus melakukan pemantauan dan pengawasan,” ujar Huda.

Meski optimistis proyek dapat selesai tepat waktu, Komisi V DPR RI menegaskan bahwa kualitas pembangunan tidak boleh dikorbankan demi mengejar target penyelesaian.

Huda meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan untuk memastikan setiap fasilitas yang dibangun memenuhi standar kenyamanan dan keamanan bagi peserta didik.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya desain tata ruang yang terintegrasi mengingat Sekolah Rakyat mengusung konsep boarding school atau sekolah berasrama.

“Konsepnya boarding school, sehingga membutuhkan pengintegrasian tata ruang yang rapi. Nanti ada siswa SD usia tujuh tahun yang akan tinggal di asrama. Hal-hal seperti ini perlu dipikirkan secara matang,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Huda menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu.

Sasaran utama program ini adalah keluarga yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

Melalui program tersebut, peserta didik akan memperoleh akses pendidikan secara gratis mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi V DPR RI juga meninjau sejumlah fasilitas yang tengah dibangun, mulai dari ruang kelas, asrama putra dan putri, rumah susun guru, hingga fasilitas dapur.

Dari hasil peninjauan, Huda menilai masih terdapat beberapa pekerjaan minor yang perlu segera diselesaikan sebelum proses serah terima bangunan dilakukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X