• Jumat, 16 Oktober 2026

Riungan Gede Jasinga dan Wayang Golek 4 Dalang Meriahkan HJB ke-544, Budaya Sunda Kian Mengakar di Bogor

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 12 Juni 2026 | 12:06 WIB
Riungan Gede Jasinga dan Wayang Golek 4 Dalang Meriahkan HJB ke-544, Budaya Sunda Kian Mengakar di Bogor
Riungan Gede Jasinga dan Wayang Golek 4 Dalang Meriahkan HJB ke-544, Budaya Sunda Kian Mengakar di Bogor

BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Jasinga sukses menyelenggarakan Riungan Gede Jasinga dan Pagelaran Wayang Golek 4 Dalang pada 9–10 Juni 2026 di Pendopo Eks Kawedanaan Jasinga.

Mengusung tema “Ngariksa Budaya Sangkan Napak Dina Uga Jati Jayasingha”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 sekaligus upaya pelestarian budaya dan penguatan identitas masyarakat Bogor, khususnya di wilayah Jasinga.

Beragam kegiatan budaya mewarnai pelaksanaan Riungan Gede Jasinga, mulai dari helaran budaya, Festival Dongdang, prosesi penyerahan air dan tanah dari 16 desa, sarasehan budaya dan sejarah, pentas seni tradisional, bazar UMKM dan kuliner, hingga kegiatan ngaliwet bareng yang melibatkan masyarakat, tokoh adat, dan para pegiat budaya.

Puncak acara menghadirkan Pagelaran Wayang Golek 4 Dalang yang menampilkan empat seniman pewayangan ternama, yakni Dadan Sunandar Sunarya, Arie Sunarya, Khanha Ade Kosasih Sunarya, dan Wawan Ajen. Penampilan para dalang tersebut menjadi magnet utama yang berhasil menarik perhatian masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 serta bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian seni pertunjukan tradisional, sekaligus menjaga nilai-nilai luhur dan filosofi budaya Sunda agar tetap hidup di tengah masyarakat. Mari bersama-sama mengapresiasi, menjaga, dan mewariskan kekayaan seni lokal kepada generasi penerus. Tontonan yang sekaligus menjadi tuntunan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Jasinga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor, Wakil Bupati Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor yang telah memberikan kepercayaan kepada Kecamatan Jasinga sebagai tuan rumah penyelenggaraan Riungan Gede Jasinga dalam rangka HJB ke-544.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para kasepuhan dari wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tetapi juga menjadi wadah untuk menggali, melestarikan, dan memperkuat nilai-nilai sejarah serta budaya yang berkembang di wilayah Jasinga.

“Semoga melalui kegiatan ini, kekayaan budaya yang ada di Jasinga dan Kabupaten Bogor dapat terus digali dan dikenalkan kepada generasi muda, sehingga mereka memahami perjalanan sejarah dan budaya daerahnya,” ungkapnya.

Riungan Gede Jasinga juga semakin semarak dengan pelaksanaan Festival Dongdang yang diikuti seluruh desa se-Kecamatan Jasinga, puskesmas, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), serta berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kecamatan Jasinga.

Tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Melalui penyelenggaraan Riungan Gede Jasinga dan Pagelaran Wayang Golek 4 Dalang, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap budaya Sunda dapat terus tumbuh, berkembang, dan menjadi identitas daerah yang membanggakan sekaligus warisan berharga bagi generasi mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X