BOGOR, MAHATVA.ID – Ribuan unit motor listrik yang semula disiapkan untuk mendukung distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini terlihat terbengkalai di kawasan industri Sentul, Kabupaten Bogor. Kendaraan yang merupakan bagian dari proyek pengadaan bernilai sekitar Rp1 triliun tersebut tersimpan di area terbuka tanpa kejelasan pemanfaatan lebih lanjut.
Pemandangan mencolok terlihat di Kawasan Industri Sentul, Jalan Olympic Raya Kavling B6, Desa Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin (8/6/2026). Ribuan motor listrik berwarna biru-hitam berjajar rapi di atas lahan seluas lebih dari satu hektare.
Dari kejauhan, lokasi tersebut tampak seperti gudang penyimpanan kendaraan biasa. Namun jumlah kendaraan yang tersimpan mencapai ribuan unit, sehingga menarik perhatian masyarakat dan menjadi sorotan publik.
Berdasarkan informasi yang beredar, motor-motor listrik tersebut merupakan bagian dari pengadaan sebanyak 21.801 unit kendaraan listrik yang dirancang untuk mendukung operasional distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke berbagai daerah di Indonesia.
Nilai proyek pengadaan tersebut disebut mencapai sekitar Rp1 triliun, menjadikannya salah satu proyek kendaraan operasional dengan nilai anggaran yang cukup besar.
Di lokasi penyimpanan, sebagian besar kendaraan terlihat masih dalam kondisi baru dan tersusun dalam tiga deretan panjang. Beberapa unit tampak tertutup jaring terpal berwarna hitam yang mulai dipenuhi daun-daun kering akibat terpapar cuaca dalam waktu cukup lama.
Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan terkait keberlanjutan pemanfaatan kendaraan tersebut, terutama karena motor listrik tersebut pada awalnya diproyeksikan menjadi sarana distribusi logistik program strategis nasional yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat.
Hingga kini, belum terdapat penjelasan resmi mengenai alasan ribuan unit kendaraan tersebut masih tersimpan di kawasan industri maupun rencana pemanfaatannya ke depan.
Sejumlah pengamat menilai penyimpanan kendaraan dalam jumlah besar tanpa operasional yang jelas berpotensi menimbulkan risiko penurunan kualitas aset akibat paparan panas, hujan, dan faktor lingkungan lainnya jika tidak dilakukan perawatan secara berkala.
Selain itu, keberadaan ribuan motor listrik tersebut juga menjadi perhatian karena proyek pengadaannya kini dikaitkan dengan proses hukum yang tengah berlangsung. Meski demikian, berbagai pihak masih menunggu penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai status kendaraan dan tindak lanjut pemanfaatannya.
Di tengah upaya pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik serta mendukung program strategis nasional, nasib ribuan motor listrik yang kini tersimpan di Sentul menjadi salah satu isu yang terus menyita perhatian publik.
Masyarakat berharap ada kejelasan mengenai pengelolaan aset tersebut agar dapat memberikan manfaat sesuai tujuan awal pengadaannya dan tidak berujung menjadi aset yang menganggur.