• Jumat, 16 Oktober 2026

Kemah Budayawan Sauyunan 2026 Perkuat Peran Budaya dalam Menjaga Kamtibmas di HJB Kota Bogor ke-544

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 9 Juni 2026 | 14:09 WIB
Kemah Budayawan Sauyunan 2026 Perkuat Peran Budaya dalam Menjaga Kamtibmas di HJB Kota Bogor ke-544
Kemah Budayawan Sauyunan 2026 Perkuat Peran Budaya dalam Menjaga Kamtibmas di HJB Kota Bogor ke-544

BOGOR, MAHATVA.ID – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bogor (HJB) ke-544, Polresta Bogor Kota bersama budayawan Sunda, Putra Sungkawa, menggelar kegiatan bertajuk Kemah Budayawan Sauyunan 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pelaku budaya dan aparat keamanan melalui penguatan peran budayawan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) secara berkelanjutan.

Mengusung semangat kebersamaan dan gotong royong, kegiatan tersebut mengajak para budayawan untuk terlibat aktif dalam membangun Sabuk Kamtibmas, sebuah konsep penguatan keamanan berbasis budaya dan kearifan lokal. Melalui pendekatan budaya, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah menerima pesan-pesan persatuan, toleransi, dan perdamaian.

Pupuhu Budayawan Sunda, Putra Sungkawa, menegaskan bahwa budayawan memiliki peran strategis sebagai penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

“Budayawan bukan hanya pelestari seni dan budaya, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi, penengah konflik, serta penjaga nilai-nilai kebersamaan yang hidup di masyarakat. Dengan pendekatan budaya, pesan-pesan perdamaian akan lebih mudah diterima,” ujar Putra Sungkawa.

Budaya dan Lingkungan Jadi Perhatian Bersama

Kemah Budayawan Sauyunan 2026 juga bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia serta Hari Lahir Nusatani ke-14. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengajak seluruh budayawan agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan dan terus berkontribusi dalam menjaga warisan budaya bangsa.

Menurut Putra Sungkawa, pelestarian budaya dan lingkungan harus berjalan beriringan sebagai bagian dari tanggung jawab generasi saat ini kepada generasi mendatang.

“Budaya dan alam merupakan identitas yang harus dijaga bersama. Melalui kegiatan ini kami mengajak seluruh budayawan untuk terus merawat tradisi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup,” katanya.

Lahirkan JAGABAYA PADJADJARAN

Salah satu hasil penting dari kegiatan Kemah Budayawan Sauyunan 2026 adalah terbentuknya Jaringan Galura Budayawan di Bumi Padjadjaran (JAGABAYA PADJADJARAN) yang terorganisir dan tersistem.

Jaringan tersebut diharapkan menjadi wadah kolaboratif bagi para budayawan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan melalui pendekatan adat dan budaya. Selain itu, JAGABAYA PADJADJARAN juga diharapkan mampu memperkuat eksistensi budaya Sunda sebagai salah satu pilar pembangunan karakter bangsa.

Para pini sepuh dan baris kolot yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap seni tradisi Sunda dapat terus terpelihara dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Semarak Seni Tradisi Sunda

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan peserta dari Mako Polresta Bogor Kota yang diiringi kehadiran Ki Lengser sebagai simbol penghormatan terhadap tradisi Sunda.

Acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya yang memukau, mulai dari pencak silat, tarawangsa, tari jaipong, hingga reog Bogor. Suasana semakin semarak dengan penampilan Dalang Edan asal Karawang yang menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut.

Kemah Budayawan Sauyunan 2026 diharapkan dapat menjadi agenda tahunan dalam rangkaian Hari Jadi Bogor. Selain mempererat silaturahmi antarbudayawan, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pelaku budaya, dan aparat keamanan untuk menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, seluruh peserta berharap dapat kembali bertemu pada pelaksanaan Kemah Budayawan Sauyunan di tahun mendatang untuk terus merawat budaya, memperkuat persatuan, serta menjaga ketenteraman masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X