• Jumat, 16 Oktober 2026

Lapas Cibinong Panen Cabai, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pertanian dan Jiwa Kemandirian

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 9 Juni 2026 | 02:09 WIB
Lapas Cibinong Panen Cabai, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pertanian dan Jiwa Kemandirian
Lapas Cibinong Panen Cabai, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pertanian dan Jiwa Kemandirian

BOGOR, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian Warga Binaan melalui sektor pertanian produktif. Pada Senin (8/6/2026), Lapas Cibinong melaksanakan panen cabai di area pertanian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai bagian dari program pembinaan berbasis ketahanan pangan.

Program budidaya cabai tersebut melibatkan sejumlah Warga Binaan yang telah mendapatkan pelatihan dan pembekalan keterampilan di bidang pertanian. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis bercocok tanam, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan etos kerja yang positif.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Cibinong, Tunggadewi Ratu Wardhani, mengatakan bahwa program budidaya cabai menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada Warga Binaan sebagai bekal setelah menjalani masa pidana.

“Melalui kegiatan pertanian ini, Warga Binaan tidak hanya belajar teknik budidaya cabai mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen, tetapi juga dilatih untuk memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja yang baik. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka untuk membangun kehidupan yang lebih produktif saat kembali ke masyarakat,” ujar Ratu.

Keberhasilan panen cabai di lingkungan SAE Lapas Cibinong menjadi salah satu indikator keberhasilan program pembinaan yang selama ini dijalankan secara berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa hasil panen tersebut merupakan buah dari kerja keras Warga Binaan yang didampingi secara konsisten oleh petugas pembinaan.

“Panen cabai ini menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian yang kami jalankan berjalan dengan baik. Selain memberikan keterampilan praktis kepada Warga Binaan, kegiatan ini juga mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah,” kata Wisnu.

Menurutnya, pembinaan berbasis pertanian memiliki manfaat ganda, yakni meningkatkan keterampilan kerja sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan produktivitas bagi Warga Binaan.

Salah seorang Warga Binaan berinisial AR yang terlibat dalam program budidaya cabai mengaku mendapatkan pengalaman dan ilmu baru yang sangat bermanfaat selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya belajar bagaimana menanam, merawat, hingga memanen cabai dengan baik. Kegiatan ini membuat saya lebih produktif dan memberikan keterampilan yang nantinya bisa saya manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ungkap AR.

Hasil panen cabai dari Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Cibinong selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan internal lapas serta dipasarkan kepada petugas.

Program pertanian produktif yang dijalankan Lapas Cibinong merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan pemberdayaan Warga Binaan melalui sektor pertanian.

Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif yang tersedia di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Cibinong berkomitmen menciptakan Warga Binaan yang terampil, mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X