• Jumat, 16 Oktober 2026

Pemkab Bogor dan TNI AD Perkuat Sinergi Tangani Sampah dan Antisipasi Kekeringan Jelang Musim Kemarau 2026

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 6 Juni 2026 | 14:56 WIB
Pemkab Bogor dan TNI AD Perkuat Sinergi Tangani Sampah dan Antisipasi Kekeringan Jelang Musim Kemarau 2026
Pemkab Bogor dan TNI AD Perkuat Sinergi Tangani Sampah dan Antisipasi Kekeringan Jelang Musim Kemarau 2026

JAKARTA, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama TNI Angkatan Darat (TNI AD) memperkuat sinergi dalam penanganan persoalan sampah dan antisipasi dampak musim kemarau melalui rapat koordinasi yang digelar di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, hadir dalam rapat tersebut didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf. Rizal Dwijayanto. Turut hadir Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) bersama Gubernur Jawa Barat dan membahas langkah-langkah strategis penanganan sampah di wilayah Jawa Barat, termasuk mitigasi potensi kekeringan yang diprediksi terjadi pada musim kemarau tahun 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa selain persoalan pengelolaan sampah, rapat juga membahas kesiapsiagaan daerah menghadapi musim kemarau yang berpotensi menyebabkan krisis air di sejumlah wilayah.

Menurutnya, berdasarkan paparan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di Kabupaten Bogor diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

“Dalam pertemuan hari ini juga dibahas potensi kekeringan yang diperkirakan akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat. Berdasarkan paparan dari BMKG, puncak musim kemarau atau kekeringan di Kabupaten Bogor diperkirakan terjadi pada bulan Agustus hingga September,” ujar Ajat.

Ia menegaskan bahwa langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini, terutama di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan kekurangan pasokan air bersih.

Ajat mengungkapkan, dalam kesempatan tersebut KSAD menitipkan tiga agenda strategis yang menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah dan TNI AD.

Ketiga agenda tersebut meliputi:

  1. Penanganan dan pengelolaan sampah.

  2. Antisipasi serta penanganan dampak kekeringan.

  3. Penguatan sinergi pembangunan Jembatan Rawayan.

“KSAD menitipkan tiga agenda penting yang perlu menjadi perhatian bersama di Kabupaten Bogor, yakni penanganan sampah, antisipasi kekeringan, dan sinergitas pembangunan jembatan Rawayan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf. Rizal Dwijayanto, menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan bagian dari konsolidasi antara TNI AD dan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X