Dalam proyek pengembangan tersebut, KAI juga membangun kanopi baru yang terhubung langsung dengan area selasar stasiun guna meningkatkan kenyamanan pengguna saat berpindah jalur maupun menunggu keberangkatan kereta.
Saat ini pekerjaan konstruksi telah memasuki tahap pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) dan pembangunan struktur peron baru.
KAI memastikan seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu operasional kereta maupun pelayanan kepada pelanggan.
Selama proses pembangunan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter menerapkan rekayasa arus penumpang, terutama pada jam-jam sibuk.
Pengguna yang menuju Hall Barat diarahkan melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang. Sementara akses menuju Hall Taman Topi dan Pintu Timur Stasiun Bogor tetap dioptimalkan guna menjaga kelancaran mobilitas penumpang.
Dengan pengembangan peron dan peningkatan fasilitas tersebut, Stasiun Bogor diharapkan mampu mengakomodasi pertumbuhan pengguna transportasi massal yang terus meningkat sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu simpul transportasi utama di wilayah Jabodetabek.