• Jumat, 16 Oktober 2026

Jaro Ade Gagas Napak Tilas Perjuangan Bupati Bogor Pertama Ipik Gandamana, Libatkan Komunitas Motor dan IMI

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 1 Juni 2026 | 21:46 WIB
Jaro Ade Gagas Napak Tilas Perjuangan Bupati Bogor Pertama Ipik Gandamana, Libatkan Komunitas Motor dan IMI
Jaro Ade Gagas Napak Tilas Perjuangan Bupati Bogor Pertama Ipik Gandamana, Libatkan Komunitas Motor dan IMI


BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor berencana menggelar kegiatan napak tilas sejarah perjuangan Bupati Bogor pertama, Ipik Gandamana, sebagai upaya mengenalkan kembali sejarah perjuangan daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut akan melibatkan komunitas otomotif dan pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) dengan konsep perjalanan menggunakan sepeda motor menyusuri jejak perjuangan para pendahulu Kabupaten Bogor.

“Kami berharap bisa mengadakan napak tilas menggunakan sepeda motor bersama teman-teman komunitas dan IMI. Start dari Pendopo Jasinga yang memiliki nilai sejarah penting,” ujar Jaro Ade.

Menurutnya, Pendopo Jasinga dipilih sebagai titik awal karena memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perjuangan pemerintahan Kabupaten Bogor pada masa revolusi kemerdekaan.

Telusuri Jejak Perjuangan Ipik Gandamana

Jaro Ade menjelaskan, perjalanan napak tilas tersebut akan mengikuti rute yang pernah dilalui Ipik Gandamana saat mempertahankan jalannya pemerintahan di tengah situasi revolusi yang penuh tantangan.

Ia mengungkapkan bahwa pada masa itu, Ipik Gandamana tidak langsung menetap di wilayah Nanggung, melainkan berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain demi mencari tempat yang aman untuk menjalankan roda pemerintahan.

Perjalanan sejarah tersebut dimulai dari wilayah Jasinga, kemudian bergeser ke Cipanas yang pada masa itu masih menjadi bagian dari Jawa Barat dan kini masuk wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Selanjutnya, perjalanan berlanjut melewati sejumlah wilayah seperti Cileuksa, Kampung Saronge atau Jamang, hingga akhirnya menuju Nanggung yang menjadi salah satu pusat perjuangan pemerintahan Kabupaten Bogor saat itu.

“Perjalanan Pak Ipik pada masa revolusi tidak langsung ke Nanggung. Beliau berpindah-pindah mencari tempat yang aman. Dalam perjalanan itu banyak tokoh masyarakat dan pejuang lokal yang membantu mempertahankan pemerintahan dan perjuangan saat itu,” jelasnya.

Edukasi Sejarah untuk Generasi Muda

Melalui kegiatan napak tilas tersebut, Pemkab Bogor berharap masyarakat dapat lebih memahami sejarah perjuangan daerah yang menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia.

Selain menjadi ajang silaturahmi komunitas otomotif, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun kesadaran sejarah serta menumbuhkan rasa cinta daerah dan nasionalisme di kalangan generasi muda.

Jaro Ade menegaskan bahwa perjuangan para tokoh terdahulu tidak boleh dilupakan karena menjadi fondasi berdirinya pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Bogor hingga saat ini.

“Kami ingin nilai-nilai perjuangan para pendahulu dapat lebih dikenal masyarakat dan menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda agar mereka memahami bagaimana para tokoh terdahulu mempertahankan pemerintahan dan memperjuangkan daerahnya,” pungkasnya.

Kegiatan napak tilas ini rencananya akan menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah lokal sekaligus memperkuat identitas budaya dan semangat kebangsaan masyarakat Kabupaten Bogor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X