Menurut Yusril, masyarakat justru perlu diberi ruang untuk menonton dan mendiskusikan isi film secara terbuka.
“Kritik semacam itu wajar saja, walaupun memang terdapat narasi yang provokatif. Judul film dokumenter itu sendiri memang kontroversial,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).