Jakarta, MAHATVA.ID — Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza, Palestina, dijadwalkan tiba di Indonesia pada Minggu (24/5/2026) sore melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kepulangan para aktivis dan jurnalis tersebut dikonfirmasi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang. Mereka sebelumnya sempat ditahan aparat Israel saat mengikuti misi kemanusiaan internasional menuju Jalur Gaza.
“Rencana Minggu sore tiba,” ujar Yvonne, Jumat (21/5/2026).
Sebelum kembali ke Indonesia, para WNI diketahui berada di Turki usai dibebaskan oleh otoritas Israel pada Kamis (20/5/2026). Rombongan diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 16.00 WIB.
Duta Besar RI untuk Turki, Rizal Achmad Purnomo, mengatakan seluruh WNI masih menjalani sejumlah proses administrasi dan pemeriksaan sebelum dipulangkan.
“WNI akan selesaikan proses administrasi dan akan segera dipulangkan jika seluruh prosesnya selesai,” kata Rizal.
Jalani Pemeriksaan Kesehatan dan Pendataan
Menurut pihak KBRI di Turki, sembilan WNI tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan, visum, hingga pengambilan testimoni terkait dugaan tindakan kekerasan yang mereka alami selama berada dalam tahanan Israel.
Sejumlah korban disebut mengalami tindakan penyiksaan, mulai dari pemukulan hingga penyetruman oleh aparat Israel selama proses penahanan berlangsung.
Para WNI ditangkap bersama lebih dari 300 delegasi dari 45 negara saat kapal misi kemanusiaan yang mereka tumpangi dicegat di perairan Mediterania ketika hendak menuju Gaza, Palestina.
Daftar 9 WNI dalam Misi Global Sumud Flotilla
Berikut daftar sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI):
Bambang Noroyono
Thoudy Badai
Andre Prasetyo Nugroho
Rahendro Herubowo