Karena itu, edukasi mengenai penggunaan herbal secara bijak terus ditekankan agar masyarakat tidak salah memahami manfaat tanaman obat tradisional.
Berpotensi Membantu Menurunkan Kolesterol
Selain diabetes dan hipertensi, biji mahoni juga dipercaya memiliki efek hipolipidemik atau membantu menekan kadar lemak dalam darah.
Kandungan tertentu di dalamnya disebut berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol total, LDL atau kolesterol jahat, serta trigliserida yang menjadi faktor risiko penyakit jantung dan stroke.
Hal itu membuat biji mahoni kembali dilirik sebagai bagian dari gaya hidup sehat berbasis herbal alami.
Memiliki Potensi Antibakteri dan Antimalaria
Penelitian terhadap ekstrak biji mahoni juga menemukan adanya sifat antibakteri, antijamur, dan antivirus. Beberapa uji laboratorium menunjukkan ekstraknya mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi tertentu.
Tak hanya itu, rebusan biji mahoni juga disebut memiliki potensi terhadap parasit penyebab malaria, sehingga membuka peluang pengembangan riset herbal tropis di Indonesia.
Namun, efektivitas dan tingkat keamanannya masih memerlukan penelitian klinis lebih lanjut agar dosis dan penggunaannya benar-benar terukur.
Konsumsi Herbal Tetap Harus Bijak
Di balik berbagai manfaat yang dipercaya masyarakat, konsumsi biji mahoni tetap memerlukan kehati-hatian. Penggunaan berlebihan dapat memicu efek samping seperti mual, pusing, gangguan lambung, hingga gangguan hati.
Karena itu, konsumsi herbal disarankan dilakukan secara terukur dan tidak berlebihan. Sebagian masyarakat memilih mengonsumsi satu biji ukuran kecil hingga sedang, atau menggunakan bentuk kapsul untuk mengurangi rasa pahit.