• Minggu, 18 Oktober 2026

Hari Buruh 2026 di Ambon: APINDO Tekankan Peran Serikat Buruh sebagai Motor Ekonomi Maluku

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 1 Mei 2026 | 23:29 WIB
Hari Buruh 2026 di Ambon: APINDO Tekankan Peran Serikat Buruh sebagai Motor Ekonomi Maluku
Hari Buruh 2026 di Ambon: APINDO Tekankan Peran Serikat Buruh sebagai Motor Ekonomi Maluku

Ambon,MAHATVA.ID -Perayaan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 di Lapangan Merdeka Ambon menjadi panggung penegasan posisi buruh sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

Ketua DPP APINDO Maluku, Robert Tanamal, hadir langsung dan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing tenaga kerja.

Kehadiran APINDO dinilai memberi sinyal kuat bahwa pengusaha mulai menempatkan buruh sebagai mitra strategis, bukan sekadar faktor produksi. Momentum ini sekaligus menggeser narasi peringatan Hari Buruh ke arah produktivitas dan stabilitas ekonomi.

“Sebagai pimpinan APINDO Maluku, saya menyampaikan selamat Hari Buruh Internasional kepada seluruh buruh di Indonesia dan Maluku,” kata Robert, Jumat (1/5/2026).

Lebih jauh, ia menilai perayaan tahun ini menunjukkan perubahan arah yang lebih konstruktif. Kegiatan yang ditampilkan dinilai berkontribusi pada penguatan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), yang berdampak langsung pada iklim usaha.

“Perayaan saat ini lebih bermanfaat dan membantu menjaga stabilitas. Ini penting untuk keberlanjutan ekonomi,” ujarnya.

Robert menegaskan, buruh merupakan pilar utama ekonomi, dengan penekanan pada kualitas sumber daya manusia sebagai kunci utama. Ia menilai pendekatan pembangunan tidak lagi cukup bertumpu pada modal dan sistem, tetapi harus berorientasi pada penguatan human capital.

“Yang utama bukan hanya aset atau sistem, tetapi manusianya. Peningkatan soft skill dan hard skill menjadi faktor penentu pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, ia mendorong kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh untuk menjawab kebutuhan industri di Maluku. Langkah ini dinilai krusial agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan terserap dalam proyek strategis.

Robert juga menyinggung peluang ekonomi yang tengah berkembang, seperti hilirisasi kelapa di Pulau Seram dan proyek Blok Masela. Ia berharap buruh lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi mengambil peran aktif dalam rantai nilai industri tersebut.

“Kita harus pastikan putra daerah dan serikat buruh ikut terlibat dalam perkembangan ekonomi yang ada,” katanya.

Menutup pernyataannya, Robert menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong pembangunan Maluku yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami berharap ada kolaborasi nyata antara pemerintah, pengusaha, dan buruh untuk membangun Maluku yang lebih kuat,” tutupnya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X