Pekanbaru, MAHATVA.ID – Kasus pembunuhan tragis yang menewaskan seorang ibu rumah tangga (IRT), Dimaris Isni (60), di Kota Pekanbaru mulai menemukan titik terang. Fakta mengejutkan terungkap setelah polisi mengidentifikasi adanya keterlibatan sosok yang tidak terduga, yakni mantan menantu korban.
Pihak kepolisian dari Polsek Rumbai memastikan bahwa salah satu perempuan yang datang ke rumah korban saat kejadian merupakan bagian dari lingkaran keluarga korban.
“Iya, itu yang perempuan adalah mantan menantu korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Rumbai, Iptu Dodi Vivino, Kamis (30/4/2026).
Lebih lanjut, perempuan tersebut diketahui tidak datang sendirian. Ia bersama seorang pria yang juga terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian. Bahkan sebelum insiden pembunuhan terjadi, perempuan itu sempat berinteraksi dengan korban.
“Itu yang salaman. Makanya masih dikejar pelaku untuk mengetahui keterlibatannya,” tambah Dodi.
Dalam pengembangan kasus, polisi turut mengamankan anak korban berinisial A untuk dimintai keterangan. A diketahui sempat datang ke lokasi menggunakan sepeda motor pada saat kejadian berlangsung.
Namun, sikap A selama pemeriksaan menimbulkan tanda tanya bagi penyidik. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa ibunya telah meninggal dunia dan tidak menunjukkan reaksi emosional yang signifikan.
“Banyak diam, ditanya ibunya sudah tidak ada dia juga diam. Keterangan sementara bilang tidak tahu,” ungkap Dodi.
Sementara itu, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) mengarah pada dugaan tindak pidana perampokan yang berujung pembunuhan. Sejumlah barang berharga milik korban dilaporkan hilang. Dugaan ini diperkuat dengan rekaman CCTV yang menunjukkan pelaku meninggalkan rumah korban dengan membawa tas ransel berwarna hitam.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu (29/4/2026) siang. Sebelum kejadian, korban sempat diajak oleh suaminya untuk membayar pajak kendaraan. Namun, korban memilih tetap berada di rumah seorang diri.
Keputusan tersebut diduga menjadi celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya. Saat korban sendirian, pelaku datang dan melakukan penganiayaan brutal hingga merenggut nyawanya. Aksi keji tersebut terekam kamera CCTV dan kini telah beredar luas di media sosial.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap motif sebenarnya serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.