• Minggu, 18 Oktober 2026

Lapas Cibinong Jadi Percontohan, Lapas Bogor Studi Tiru Dapur Sehat Sahabat

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 30 April 2026 | 02:55 WIB
Lapas Cibinong Jadi Percontohan, Lapas Bogor Studi Tiru Dapur Sehat Sahabat
Lapas Cibinong Jadi Percontohan, Lapas Bogor Studi Tiru Dapur Sehat Sahabat


BOGOR, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong menerima kunjungan studi tiru dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bogor dalam rangka pengembangan pengelolaan dapur sehat berbasis standar higienis dan keamanan pangan, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada “Dapur Sahabat” milik Lapas Cibinong yang telah menjadi percontohan di lingkungan pemasyarakatan wilayah Jawa Barat. Rombongan Lapas Bogor dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Fauzen, didampingi Kasubsi Bimkemaswat, Risyal Hardiyanto.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh jajaran pejabat struktural Lapas Cibinong yang memfasilitasi proses pembelajaran dan berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan dapur pemasyarakatan.

Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap warga binaan.

“Kami menyambut baik studi tiru ini sebagai wadah berbagi praktik baik. Harapannya, pengelolaan Dapur Sahabat dapat menjadi referensi dalam peningkatan kualitas layanan pemenuhan hak dasar warga binaan di lapas lain,” ujarnya.

Dapur Sahabat Lapas Cibinong diketahui telah menerapkan standar dapur sehat serta mengantongi sertifikat laik higiene dan halal. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu model pengelolaan dapur pemasyarakatan yang berorientasi pada kualitas, keamanan, dan kesehatan makanan.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan Lapas Bogor diajak meninjau langsung seluruh tahapan pengelolaan dapur, mulai dari penerimaan bahan makanan, proses pengolahan, standar kebersihan dan sanitasi, hingga sistem distribusi makanan kepada warga binaan.

Sementara itu, Fauzen mengapresiasi keterbukaan Lapas Cibinong dalam berbagi pengalaman dan sistem pengelolaan dapur.

“Kami mendapatkan banyak pembelajaran, terutama terkait standar kebersihan, sistem pengawasan, dan manajemen pengolahan makanan yang terstruktur. Ini akan menjadi referensi penting bagi pengembangan dapur sehat di Lapas Bogor,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan dapur sehat di lingkungan pemasyarakatan dapat terus berkembang secara merata dan berkelanjutan. Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan yang layak, sehat, dan bermartabat bagi seluruh warga binaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X