Bekasi, MAHATVA.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan kereta api antara KA Argo Bromo dan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 15 orang hingga Selasa (28/4/2026) siang.
Selain korban jiwa, sebanyak 88 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Per siang tadi, 15 orang dinyatakan meninggal dunia. Ini adalah kehilangan besar, duka cita mendalam bagi kita semua,” ujar AHY saat meninjau korban di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat.
Korban Dirawat di 10 Rumah Sakit
AHY menyebutkan, para korban selamat saat ini dirawat di sekitar 10 rumah sakit yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Sebagian di antaranya masih menunggu tindakan medis lanjutan, termasuk operasi akibat luka serius seperti patah tulang dan dislokasi.
“Saya melihat langsung beberapa pasien yang masih menunggu operasi. Alhamdulillah mereka masih bisa berkomunikasi dan didampingi keluarga,” katanya.
163 Ambulans Dikerahkan Saat Evakuasi
Dalam proses evakuasi, pemerintah mengerahkan sebanyak 163 ambulans untuk mempercepat penanganan korban di lokasi kejadian.
“Dalam situasi kritis, kecepatan evakuasi sangat menentukan keselamatan korban. Ratusan ambulans dikerahkan secara serentak untuk membawa korban ke rumah sakit,” jelasnya.
Apresiasi untuk Penanganan Cepat
AHY juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam penanganan insiden ini, mulai dari pemerintah daerah, rumah sakit, hingga lembaga terkait seperti PT Kereta Api Indonesia, Jasa Raharja, dan BPJS Kesehatan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam memastikan korban mendapatkan penanganan medis secara cepat dan optimal.
Mayoritas Korban Pekerja Perempuan
Berdasarkan data sementara, mayoritas korban merupakan pekerja yang tengah dalam perjalanan pulang. Sebagian besar di antaranya adalah perempuan yang berada di gerbong khusus wanita Commuter Line.
“Rata-rata korban adalah pekerja yang pulang kerja. Mayoritas perempuan yang menggunakan gerbong khusus wanita,” ungkapnya.
Fokus Pemulihan dan Evaluasi Keamanan
Pemerintah saat ini memfokuskan upaya pada pemulihan korban, sekaligus mendorong evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Harapannya, seluruh korban bisa segera pulih dan kita dapat mencegah insiden seperti ini terulang kembali,” pungkas AHY.