• Senin, 19 Oktober 2026

Umar Lessy: Golkar adalah jalan pengabdian yang lahir dari kerja nyata, bukan sekadar retorika

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 27 April 2026 | 20:50 WIB
Umar Lessy: Golkar adalah jalan pengabdian yang lahir dari kerja nyata, bukan sekadar retorika
Umar Lessy: Golkar adalah jalan pengabdian yang lahir dari kerja nyata, bukan sekadar retorika

MAHATVA.ID -Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Lessy menyampaikan sambutan penuh makna dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin (27/4/2026), dengan menegaskan bahwa politik Golkar adalah jalan pengabdian yang lahir dari kerja nyata, bukan sekadar retorika.

“Sejarah tidak pernah lahir dari kehampaan. Ia tumbuh dari perjuangan, diuji oleh zaman, dan dimatangkan oleh ketekunan,” ujar Umar Lessy, membuka pidatonya dengan refleksi filosofis tentang perjalanan panjang Partai Golkar sebagai kekuatan karya-kekaryaan sejak 1964.

Menurutnya, Partai Golkar tidak dibangun oleh sorak-sorai, melainkan oleh kepercayaan rakyat yang lahir dari konsistensi kerja nyata. Ia menggarisbawahi bahwa Golkar adalah rumah besar berbagai kekuatan sosial dan politik yang bersatu dalam satu tujuan: mengabdi kepada bangsa dan negara.

Dalam konteks global, Umar Lessy mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi, dan percepatan teknologi. Namun demikian, Indonesia dinilai tetap stabil dan adaptif.

Ia menyoroti kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang dinilai mampu menjaga keseimbangan pembangunan nasional, mulai dari pengendalian inflasi hingga perlindungan daya beli masyarakat.

Di sisi lain, Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, disebut berada di garis depan dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui diplomasi aktif dan strategi global yang terukur.

“Golkar hadir bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga relevan di panggung dunia. Kita memastikan ketahanan energi, pangan, dan arah pembangunan tetap berpihak kepada rakyat,” tegasnya.

Lebih jauh, Umar Lessy menekankan bahwa Maluku sebagai wilayah kepulauan memiliki potensi besar, terutama pada sektor kelautan dan kekayaan sumber daya alam.

Namun, tantangan seperti kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, serta akses pendidikan dan kesehatan yang belum merata masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Ia juga menyoroti tingkat pengangguran terbuka yang menjadi indikator bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya inklusif.

“Pembangunan tidak boleh berhenti pada angka. Ia harus menyentuh kehidupan nyata masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, ia mendorong penguatan konektivitas antar pulau, pengembangan ekonomi berbasis kelautan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci transformasi kesejahteraan di Maluku, khususnya di Kepulauan Tanimbar.

Menutup sambutannya, Umar Lessy kembali menegaskan bahwa bagi Partai Golkar, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan jalan pengabdian untuk menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat, pungkasnya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X