MAHATVA.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana kunjungan utusannya ke Pakistan untuk melakukan pembicaraan damai dengan Iran pada Sabtu (25/4/2026).
Trump menilai pertemuan tersebut tidak akan efektif, meskipun ia menegaskan bahwa keputusan ini tidak serta-merta berarti konflik akan meningkat kembali.
"Kami memegang semua kartu. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tapi tidak perlu melakukan perjalanan jauh hanya untuk pembicaraan yang tidak penting," katanya kepada media.
Menariknya, Trump mengungkapkan bahwa hanya beberapa menit setelah pembatalan, pihak terkait justru mengirimkan proposal revisi yang dinilai lebih baik.
“Mereka memberi kami dokumen baru yang jauh lebih baik dalam waktu 10 menit setelah Pembatalan,” katanya.
Sebelumnya, Gedung Putih menyatakan bahwa Jared Kushner dan Steve Witkoff berangkat ke Pakistan untuk bertemu perwakilan Iran.
Namun, rencana tersebut dibatalkan langsung oleh Trump, yang menilai proses negosiasi belum menunjukkan urgensi.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah menyelesaikan kunjungannya ke Islamabad setelah bertemu dengan sejumlah pejabat penting, termasuk Panglima Militer Pakistan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
Pakistan sendiri berperan sebagai mediator utama dalam upaya perundingan antara kedua negara.
Araghchi kemudian melanjutkan perjalanan ke Muscat sebelum dijadwalkan menuju Rusia untuk melanjutkan pembahasan terkait peperangan konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari 2026.
Meski menyebut kunjungannya ke Pakistan sebagai langkah efektif, Araghchi mengaku masih meragukan keseriusan Washington dalam menempuh jalur diplomasi.
“Kita masih harus melihat apakah AS benar-benar serius dalam diplomasi,” ujarnya.
Sebelumnya, media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa tidak ada rencana pertemuan langsung antara pejabat Iran dan AS, dengan Islamabad bertindak sebagai perantara usulan usulan.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan telah berkomunikasi dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan menegaskan komitmen Pakistan untuk terus memfasilitasi upaya perdamaian.