• Senin, 19 Oktober 2026

Diduga Jadi Titik "Sedot BBM", Area Depan Terminal Omele Sifnana Disorot

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 25 April 2026 | 19:45 WIB
Diduga Jadi Titik "Sedot BBM", Area Depan Terminal Omele Sifnana Disorot
Diduga Jadi Titik "Sedot BBM", Area Depan Terminal Omele Sifnana Disorot

MAHATVA.ID -Aktivitas mencurigakan terpantau di depan Terminal Omele Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Sejumlah mobil dan kendaraan pick up diduga memanfaatkan lokasi tersebut sebagai titik parkir sekaligus tempat pengumpulan bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah besar, sebelum didistribusikan kembali secara tidak resmi, Sabtu (25/4)

Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan-kendaraan tersebut terlihat keluar-masuk setelah melakukan pengisian BBM di SPBU dengan kapasitas penuh. BBM kemudian diduga dipindahkan ke dalam jeriken berukuran 50 liter yang telah disiapkan di kendaraan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, BBM tersebut selanjutnya disalurkan ke berbagai titik, termasuk ke arah luar Kota Saumlaki, kios-kios pengecer, hingga ke sejumlah desa. Pola distribusi ini diduga berlangsung secara berulang dan terorganisir.

Salah satu sopir yang berhasil dihubungi mengakui adanya pengangkutan BBM dalam jumlah besar. Ia menyebutkan bahwa sedikitnya empat jeriken berkapasitas 50 liter akan dibawa ke salah satu desa di wilayah Kecamatan Wertamrian.

“Biasanya sekitar empat gan ukuran 50 liter, dibawa ke desa,” ungkapnya singkat.

Aktivitas ini menimbulkan kekhawatiran publik karena berpotensi melanggar ketentuan distribusi BBM bersubsidi serta memicu kelangkaan di tingkat masyarakat. Selain itu, praktik tersebut juga membuka ruang bagi permainan harga di tingkat pengecer yang merugikan konsumen.

Untuk itu, masyarakat meminta pihak terkait, baik aparat penegak hukum, Dinas Perhubungan, maupun instansi teknis lainnya, segera turun tangan melakukan penertiban serta menerapkan regulasi secara tegas. Pengawasan di SPBU dan titik-titik distribusi dinilai perlu diperketat guna mencegah penyalahgunaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan aktivitas tersebut. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pihak-pihak yang disebutkan.

Jika tidak ditangani secara serius, praktik semacam ini berpotensi terus berulang dan berdampak pada stabilitas distribusi energi serta keadilan akses bagi masyarakat luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X