• Minggu, 18 Oktober 2026

Prabowo Kritik Belanja Daerah, Soroti Mobil Dinas Gubernur Rp8 Miliar

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 22 April 2026 | 16:20 WIB
Prabowo Kritik Belanja Daerah, Soroti Mobil Dinas Gubernur Rp8 Miliar
Prabowo Kritik Belanja Daerah, Soroti Mobil Dinas Gubernur Rp8 Miliar

Bogor, MAHATVA.ID – Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap pola belanja anggaran pemerintah daerah yang dinilai tidak produktif dan jauh dari prioritas kebutuhan masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab di Hambalang, Bogor, Kamis (19/3/2026), Prabowo menyoroti adanya pengadaan mobil dinas gubernur dengan nilai fantastis mencapai Rp8 miliar, di tengah kondisi infrastruktur desa yang masih memprihatinkan.

Menurutnya, masih banyak proyek kebutuhan dasar rakyat—seperti pembangunan jembatan desa—yang terbengkalai dan justru harus menunggu intervensi pemerintah pusat.

“Banyak biaya yang seharusnya dilaksanakan oleh kabupaten dan provinsi tidak dilaksanakan. Contoh tadi jembatan desa, rakyat harus teriak, presiden harus turun tangan. Maaf, ada dana desa, ke mana dananya? Bupati ke mana, dana gubernur?” ujar Prabowo.

Ia menilai penggunaan anggaran untuk fasilitas mewah pejabat daerah menunjukkan ketidakefisienan dalam pengelolaan APBD. Karena itu, Prabowo meminta kepala daerah lebih transparan dan fokus pada kepentingan masyarakat luas.

“Kita buka-bukaan ya. Ada pemerintah daerah, dia beli mobil dinas gubernur berapa? Rp8 miliar,” tegasnya.

Sebagai perbandingan, Prabowo mengungkapkan dirinya menggunakan kendaraan operasional buatan dalam negeri, yakni Maung, dengan harga yang jauh lebih rasional.

“Saya Presiden Indonesia. Saya pakai mobil Maung buatan Indonesia. Harganya Rp700 juta. Mungkin karena ini Presiden, ada antipeluru jadi sekitar Rp1 miliar. Tapi tidak sampai Rp8 miliar. Kita selidiki semua, efisiensi,” katanya.

Pernyataan ini menjadi sorotan karena menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendorong efisiensi anggaran serta memastikan belanja daerah benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X