• Senin, 19 Oktober 2026

Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas, Pakistan Jadi Kunci Diplomasi

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 22 April 2026 | 14:37 WIB
Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas, Pakistan Jadi Kunci Diplomasi
Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas, Pakistan Jadi Kunci Diplomasi

MAHATVA.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Keputusan ini diambil hanya beberapa jam sebelum masa gencatan sebelumnya berakhir, guna memberi ruang bagi kelanjutan negosiasi damai.

Dalam pernyataannya di media sosial yang dikutip Reuters, Trump menyebut langkah tersebut diambil atas permintaan Pakistan yang ikut berperan sebagai mediator dalam proses perundingan.

“Saya telah menyetujui permintaan Pakistan untuk menahan serangan kami terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun proposal yang terpadu,” ujar Trump, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan bahwa gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua pekan akan tetap berlangsung hingga Iran menyerahkan proposal resmi dan pembicaraan selesai “dengan satu atau cara lain”.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan apresiasi atas keputusan tersebut. Ia berharap kedua pihak dapat memanfaatkan momentum ini untuk mencapai kesepakatan damai yang komprehensif dalam putaran kedua perundingan yang diselenggarakan di Islamabad.

“Saya sangat berharap kedua belah pihak akan terus mematuhi gencatan senjata dan dapat mencapai kesepakatan damai,” ujar Sharif.

Keputusan ini menjadi perkembangan penting dalam konflik yang melibatkan Israel dan Iran, yang telah menelan ribuan korban serta mengguncang stabilitas ekonomi global.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, mengingatkan bahwa hukum humaniter internasional melarang serangan terhadap sasaran sipil, termasuk infrastruktur vital seperti pembangkit listrik.

Meski gencatan senjata diperpanjang, Trump menegaskan bahwa blokade laut oleh Angkatan Laut AS terhadap wilayah pesisir Iran tetap diberlakukan. Kebijakan ini menjadi salah satu isu krusial yang memperumit penyiaran negosiasi damai.

Di sisi lain, Trump juga mengganggu kondisi internal Iran yang dinilainya tidak stabil, menyusul dinamika politik dalam negeri serta perubahan kepemimpinan pasca wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran maupun Israel terkait keputusan perpanjangan gencatan senjata tersebut.

Meski sebelumnya sempat menyatakan enggan memperpanjang perjanjian dan menegaskan kesiapan militer AS, Trump kini menunjukkan sikap lebih terbuka terhadap jalur diplomasi. Dalam wawancara dengan CNBC, ia menyatakan optimisme bahwa negosiasi akan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan bagi Washington.

"Kami berada dalam posisi yang sangat kuat. Pada akhirnya, kami akan mendapatkan sebuah kesepakatan yang hebat," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X