• Senin, 19 Oktober 2026

Indonesia Gandeng Rusia untuk Suplai Minyak Mentah dan LPG, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 15 April 2026 | 14:06 WIB
Indonesia Gandeng Rusia untuk Suplai Minyak Mentah dan LPG, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Indonesia Gandeng Rusia untuk Suplai Minyak Mentah dan LPG, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Jakarta, MAHATVA.ID – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan menjalin kerja sama strategis bersama Rusia. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi mendapatkan suplai minyak mentah (crude), LPG, serta dukungan fasilitas penyimpanan (storage) dari Rusia.

Kesepakatan ini merupakan hasil pembahasan teknis antara Bahlil dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada Selasa (14/4/2026). Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya.

“Alhamdulillah, hasilnya cukup baik. Kita bisa mendapatkan tambahan cadangan crude serta suplai LPG untuk kebutuhan dalam negeri,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis.

Bahlil menjelaskan bahwa kerja sama ini akan dilakukan melalui dua skema, yakni antarpemerintah (Government to Government/G to G) dan kerja sama bisnis (Business to Business/B to B). Model ini dinilai mampu memberikan kepastian pasokan energi nasional, khususnya minyak mentah dan LPG.

Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan Rusia, mencakup:

  • Pengembangan fasilitas penyimpanan (storage) minyak mentah
  • Pasokan jangka panjang crude dan LPG
  • Penjajakan energi nuklir
  • Kerja sama sektor mineral

“Kita ingin semua ini memberikan kepastian terhadap ketahanan energi nasional,” tegas Bahlil.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Rusia menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis Indonesia dalam sektor energi. Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung penyediaan energi, termasuk minyak, gas, hingga pengembangan listrik berbasis nuklir.

“Sebagai mitra strategis, kami siap berkolaborasi dalam penyediaan minyak dan gas, penyimpanan, serta pembangkit listrik tenaga nuklir,” ujarnya.

Langkah ini diambil pemerintah di tengah dinamika global yang tidak menentu, termasuk volatilitas harga energi akibat faktor geopolitik dan fluktuasi produksi dunia. Rusia dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen energi terbesar di dunia.

Kemitraan ini diharapkan menjadi solusi alternatif dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pemerintah menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari diplomasi aktif Indonesia di panggung global yang berorientasi pada kepentingan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X