Bogor, MAHATVA.ID — Pemerintah Kabupaten Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat pembangunan akses jalan alternatif dari kawasan Taman Budaya menuju Puncak II sebagai solusi jangka panjang dalam mengurai kemacetan, khususnya di wilayah Sentul dan sekitarnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menyebut penggunaan lahan cadangan efektif di kawasan Vepasamo telah mengacu pada Site Plan tahun 2023 yang telah disahkan.
“Ini untuk memudahkan masyarakat, mempercepat akses untuk kepentingan umum, sekaligus mengurangi kemacetan,” ujar Eko di Bogor, Senin (13/4/2026).
Eko menjelaskan, langkah yang ditempuh pemerintah bersama pengembang Sentul City berlandaskan pada prinsip kepentingan publik. Ia menambahkan bahwa perubahan site plan merupakan bagian dari mekanisme perizinan resmi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa perubahan posisi Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU), termasuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), merupakan hal yang dimungkinkan selama telah melalui kajian dan tetap memenuhi rasio yang ditentukan oleh regulasi.
“PSU termasuk RTH bukan berarti harus berada di satu titik selamanya. Yang diatur pemerintah adalah total luasnya tetap terpenuhi. Lokasinya bisa saja bergeser, tetapi fungsinya tetap ada bahkan dapat ditingkatkan kualitasnya,” jelasnya.
Pembangunan jalan alternatif ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di ruas Jalan Siliwangi–MH Thamrin kawasan Sentul City, sekaligus membuka akses baru yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar seperti Sumur Batu dan Babakan Madang.
Di sisi lain, respons masyarakat terhadap proyek ini beragam. Sejumlah warga Cluster Venesia sempat menyampaikan keberatan karena menganggap lahan yang digunakan merupakan kawasan RTH. Namun, dukungan juga datang dari banyak warga yang merasakan langsung dampak kemacetan.
Ketua RT Cluster Venesia, Tata Djuarsa, menyebut mayoritas warga menyambut positif pembangunan jalan tersebut.
“Kami sebagian besar menyambut baik pembangunan jalan ini. Mobilitas semakin tinggi, apalagi saat weekend jalan MH Thamrin macet. Ini jelas membantu warga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Debby, salah satu warga setempat, yang menilai proyek ini sebagai langkah maju dalam penataan infrastruktur kawasan.
“Ada kemajuan, apalagi ini sudah melalui perizinan dan kajian pemerintah. Bagi warga, ini jelas untuk mengatasi kemacetan, jadi sangat positif,” ungkapnya.
Dengan adanya proyek ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap tercipta keseimbangan antara pembangunan infrastruktur, kelestarian lingkungan, serta kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.