• Senin, 19 Oktober 2026

Audiensi dengan Ditjen Migas, Bobibos Digadang Jadi Solusi Energi Nasional Berbasis Jerami Padi

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 14 April 2026 | 13:57 WIB
Audiensi dengan Ditjen Migas, Bobibos Digadang Jadi Solusi Energi Nasional Berbasis Jerami Padi
Audiensi dengan Ditjen Migas, Bobibos Digadang Jadi Solusi Energi Nasional Berbasis Jerami Padi

Bogor, MAHATVA.ID — Komisaris dan jajaran Direksi PT Inti Sinergi Formula, produsen bahan bakar nabati Bobibos, melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (13/4/2026).

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Dirjen Migas, Laode Sulaeman, yang menyampaikan apresiasi terhadap inovasi bahan bakar nabati Bobibos. Ia menilai, produk berbasis limbah pertanian tersebut memiliki potensi besar sebagai solusi energi nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia.

Laode bahkan menyebut Bobibos sebagai salah satu terobosan strategis dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Menurutnya, pemerintah akan memberikan dukungan penuh, termasuk kemudahan regulasi, agar produk ini dapat segera dikembangkan secara luas.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketahanan energi nasional tidak terlepas dari ketahanan pangan. Hal ini dinilai relevan karena Bobibos diproduksi dari jerami atau sisa panen padi, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Ditjen Migas mengapresiasi inovasi ini dan akan mempermudah regulasi. Bahkan, telah dibentuk tim teknis untuk melakukan rangkaian uji jalan agar Bobibos dapat segera dipasarkan,” ujar Komisaris Utama PT Inti Sinergi Formula, Mulyadi, kepada wartawan.

Mulyadi menjelaskan, bahan bakar nabati Bobibos telah melalui berbagai uji coba penggunaan pada kendaraan, mulai dari truk, mobil, sepeda motor hingga traktor. Hasilnya menunjukkan performa yang baik dan aman digunakan.

Menurutnya, kehadiran Bobibos tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani. Jerami yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai pupuk kini dapat dijual sebagai bahan baku produksi energi.

“Petani bisa tersenyum dua kali. Selain hasil panen padi, jerami juga memiliki nilai ekonomi. Ini menjadi solusi yang menguntungkan dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Mulyadi menambahkan, Bobibos merupakan energi baru terbarukan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efisien dan ekonomis. Saat ini, harga jualnya diperkirakan sekitar Rp7.000 per liter, menjadikannya alternatif yang kompetitif dibanding bahan bakar konvensional.

Dengan dukungan pemerintah dan hasil uji teknis yang terus berjalan, Bobibos diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X