• Selasa, 20 Oktober 2026

Lapas Cibinong Latih Warga Binaan Seni Lengser dan Gamelan, Bangun Karakter Berbasis Budaya Sunda

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 10 April 2026 | 00:47 WIB
Lapas Cibinong Latih Warga Binaan Seni Lengser dan Gamelan, Bangun Karakter Berbasis Budaya Sunda
Lapas Cibinong Latih Warga Binaan Seni Lengser dan Gamelan, Bangun Karakter Berbasis Budaya Sunda


Bogor, MAHATVA.ID — Lapas Cibinong menghadirkan pelatihan seni tradisional khas Sunda bagi warga binaan sebagai bagian dari penguatan program pembinaan kepribadian berbasis budaya, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat seni lengser serta pembelajaran alat musik gamelan Sunda sebagai pendekatan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan.

Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal, meningkatkan rasa percaya diri, serta membentuk karakter positif warga binaan. Seni lengser yang dikenal sebagai simbol kebijaksanaan dan penyambutan dalam budaya Sunda dipelajari melalui praktik gerak sekaligus pemahaman filosofi yang terkandung di dalamnya.

Selain seni tari, warga binaan juga mendapatkan pelatihan intensif memainkan gamelan Sunda. Mereka dikenalkan dengan berbagai instrumen seperti saron, kendang, dan gong, hingga mampu memainkan komposisi sederhana secara berkelompok. Aktivitas ini menjadi sarana melatih kekompakan, kepekaan rasa, serta kedisiplinan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dibimbing langsung oleh pelatih dari Sanggar Seni Putra Binekas, yakni Deden. Proses pembelajaran berlangsung di bawah pengawasan petugas pembinaan guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.

Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan bahwa pendekatan seni budaya merupakan metode efektif dalam membentuk kepribadian warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang ekspresi positif sekaligus melestarikan budaya daerah. Tidak hanya tari, pembelajaran gamelan juga penting dalam membangun kebersamaan dan kedisiplinan. Harapannya, mereka memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Pelatih seni, Deden, juga mengapresiasi semangat warga binaan dalam mengikuti pelatihan.

“Mereka cepat menangkap gerakan seni lengser dan mampu beradaptasi dengan alat musik gamelan. Ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi media pembinaan yang efektif untuk membangun kepercayaan diri dan karakter,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi latihan. Bahkan, sejumlah warga binaan menunjukkan bakat menonjol baik dalam seni tari maupun musik tradisional.

Salah satu peserta mengaku kegiatan ini memberikan dampak positif bagi dirinya. “Kami merasa terbantu dengan adanya pelatihan ini. Selain belajar menari, kami juga belajar gamelan. Ini membuat kami lebih percaya diri dan punya harapan untuk berkarya saat kembali ke masyarakat,” tuturnya.

Ke depan, pihak Lapas Cibinong berencana menampilkan hasil pembinaan dalam pertunjukan internal maupun kolaborasi dengan pihak eksternal, dengan menampilkan perpaduan seni lengser dan gamelan Sunda.

Melalui program ini, Lapas Cibinong menegaskan komitmennya sebagai ruang pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, tetapi juga transformasi diri, kreativitas, dan harapan baru bagi warga binaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X