• Selasa, 20 Oktober 2026

Indonesia Sambut Gencatan Senjata AS–Iran, Dinilai Redam Dampak Global

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 9 April 2026 | 13:45 WIB
Indonesia Sambut Gencatan Senjata AS–Iran, Dinilai Redam Dampak Global
Indonesia Sambut Gencatan Senjata AS–Iran, Dinilai Redam Dampak Global

Jakarta, MAHATVA.ID – Pemerintah Indonesia menyambut positif langkah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran sebagai upaya menurunkan eskalasi ketegangan global.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa setiap langkah menuju perdamaian patut diapresiasi karena berdampak luas terhadap stabilitas dunia.

“Kalau kami berpendapat, kita menyambut baik semua upaya untuk penurunan eskalasi ketegangan,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Prasetyo mengakui bahwa konflik antara AS dan Iran memberikan dampak langsung maupun tidak langsung bagi berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pemerintah Indonesia, lanjut Prasetyo, juga terus mendorong berbagai upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan antarnegara.

Sebelumnya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dalam konflik dengan AS.
Kesepakatan gencatan senjata ini disebut tercapai setelah diskusi intensif yang dimediasi oleh Pakistan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap Iran jika tidak membuka kembali akses Selat Hormuz.
Dengan adanya gencatan senjata ini, Indonesia berharap situasi global dapat kembali stabil dan tidak berdampak lebih luas terhadap perekonomian dunia.

Salah satu dampak yang paling terasa adalah kenaikan harga minyak dunia akibat terganggunya akses di Selat Hormuz.

“Peristiwa di belahan dunia lain akan tetap memengaruhi kehidupan kita di dalam negeri,” ujarnya.

Ia menyebut Presiden RI secara aktif melakukan komunikasi guna mendorong terciptanya stabilitas global.

“Kita terus berupaya meyakinkan pihak-pihak terkait untuk menurunkan eskalasi ketegangan,” katanya.

Namun, Iran menegaskan bahwa langkah tersebut bukan berarti perang telah berakhir.

“Tangan kami tetap berada di pelatuk, dan jika ada kesalahan sekecil apa pun dari musuh, akan ditanggapi dengan kekuatan penuh,” tegas pernyataan resmi mereka.

Peran Pakistan dinilai krusial dalam menjembatani komunikasi antara pihak-pihak yang berkonflik.

Ancaman tersebut bahkan disertai tenggat waktu yang memicu kekhawatiran eskalasi konflik lebih luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X