Saumlaki, MAHATVA.ID -Peta pertarungan menuju Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Kepulauan Tanimbar mulai mengeras. Salah satu figur kunci, Fransiskus Ongen Rangkore, secara terbuka menyatakan kesiapan penuh untuk bertarung memperebutkan kursi Ketua DPD Golkar KKT.
Pernyataan tersebut disampaikan Ongen dalam keterangan pers di kediamannya, Rabu (8/4/2026) pukul 22.30 WIT, menjelang pelaksanaan Musda yang dijadwalkan berlangsung pada April ini.
Dengan nada tegas dan penuh keyakinan, ia menekankan bahwa langkah politiknya bukan sekadar wacana, melainkan telah ditopang oleh kekuatan dan dukungan yang konkret.
“Beta sudah siap bertarung. Ini bukan keputusan yang datang tiba-tiba, melainkan hasil dari proses panjang dengan dukungan yang telah terbangun secara matang,” tegas Ongen, dengan logat khas Maluku yang kental.
Ongen bukan sosok baru dalam lingkaran politik Golkar di Tanimbar. Selain menjabat sebagai Ketua PDK Kosgoro 1957, ia juga dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan SOKSI Kabupaten Kepulauan Tanimbar-dua organisasi yang memiliki akar historis kuat sebagai pilar pendiri dan pendukung Golkar.
Modal politik Ongen tak bisa dipandang sebelah mata. Ia mengklaim telah mengantongi sedikitnya tujuh dukungan resmi yang berasal dari kecamatan serta organisasi pendiri dan yang didirikan (Ormas Hasta Karya) di tubuh Golkar. Dukungan ini menjadi sinyal awal bahwa kontestasi Musda VI dipastikan berlangsung kompetitif dan sarat manuver.
“Dukungan sudah ada. Tujuh suara sudah bersama beta, baik dari kecamatan maupun ormas pendiri dan didirikan. Ini menjadi kekuatan awal untuk bergerak lebih jauh,” ungkapnya.
Menguatnya deklarasi Ongen Rangkore mempertegas bahwa Musda VI Golkar KKT bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ajang pertarungan strategis yang akan menentukan arah kekuatan politik Golkar di daerah ke depan.