Bogor, MAHATVA.ID – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, Dedi Bachtiar, menyatakan kesiapannya untuk memenuhi panggilan kedua dari KONI Jawa Barat yang dijadwalkan pada Kamis (9/4/2026).
Pemanggilan tersebut berkaitan dengan adanya mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh sejumlah cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Bogor.
Dedi menegaskan pihaknya akan hadir untuk memberikan klarifikasi terkait hasil verifikasi terhadap cabor-cabor yang mengajukan mosi tidak percaya.
“Insyallah hari Kamis kami akan hadir untuk klarifikasi hasil verifikasi cabor-cabor yang melakukan mosi tidak percaya,” ujar Dedi, Selasa (7/4/2026).
Dedi juga membantah anggapan bahwa dirinya mangkir dari pemanggilan pertama yang dijadwalkan pada Senin (6/4/2026).
Menurutnya, pihak KONI Kabupaten Bogor membutuhkan waktu untuk melakukan verifikasi, sinkronisasi, dan penelaahan data secara objektif terhadap surat mosi yang masuk.
“Surat mosi yang asli baru diserahkan tanggal 1 April. Kami perlu waktu untuk verifikasi dan analisis data, sehingga mengajukan penjadwalan ulang klarifikasi pada 2 April,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I KONI Jabar, Andrian Tejakusuma, menegaskan bahwa pihaknya akan kembali melayangkan pemanggilan kepada Ketua KONI Kabupaten Bogor.
“Pemanggilan pertama tidak hadir, maka kami akan kembali melakukan pemanggilan,” ujarnya.
Andrian menambahkan, jika pemanggilan kedua tidak dipenuhi, pihaknya akan mengambil langkah sesuai aturan yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART).
KONI Jabar juga membuka kemungkinan untuk melakukan verifikasi langsung ke anggota KONI Kabupaten Bogor terkait kebenaran mosi tidak percaya tersebut.
“Kami akan langsung mengkroscek ke anggota KONI Kabupaten Bogor,” kata Andrian.
Ia menegaskan, apabila mosi tidak percaya terbukti sah berasal dari anggota, maka langkah penunjukan karateker bisa dilakukan.
“Kalau benar, kami akan lakukan karteker sesuai aturan,” tegasnya.