• Selasa, 20 Oktober 2026

Bupati Bogor Rudy Susmanto Terima Perwira Seskoad, Perkuat Sinergi TNI-Polri dalam Penanggulangan Bencana

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 7 April 2026 | 14:44 WIB
Bupati Bogor Rudy Susmanto Terima Perwira Seskoad, Perkuat Sinergi TNI-Polri dalam Penanggulangan Bencana
Bupati Bogor Rudy Susmanto Terima Perwira Seskoad, Perkuat Sinergi TNI-Polri dalam Penanggulangan Bencana

Bogor, MAHATVA.ID – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menerima kunjungan Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun Ajaran 2026, Senin (6/4/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan Wilayah Pertahanan (KKL Wilhan) yang dilaksanakan di wilayah Kodam III/Siliwangi.

Dalam sambutannya, Rudy Susmanto menyampaikan rasa bangga dan kehormatan atas kunjungan para perwira siswa. Ia menilai momentum ini penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas serta mendorong pembangunan daerah.

“Sebuah kebanggaan bagi saya, sebagai anak Babinsa, dapat menerima para perwira TNI dan Polri. Ini menjadi energi baru untuk memperkuat sinergi dalam membangun daerah,” ungkap Rudy.

Rudy juga memaparkan kompleksitas Kabupaten Bogor sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yang terdiri dari 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut sistem pengelolaan wilayah yang adaptif, terutama dalam menghadapi potensi bencana.

Sepanjang 2025, Kabupaten Bogor tercatat mengalami 1.826 kejadian bencana. Namun, berkat sinergi lintas sektor, seluruh kejadian dapat ditangani secara cepat dan efektif.

“Penanganan bencana kami mengedepankan kecepatan dan koordinasi, dengan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan hunian sementara yang layak,” jelasnya.

Selain penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Bogor juga fokus pada upaya mitigasi bencana melalui pembangunan infrastruktur berbasis kolaborasi dengan TNI.

Salah satunya adalah pembangunan akses jalan di wilayah terpencil yang tidak hanya berfungsi sebagai jalur evakuasi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Rudy menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun daerah yang tangguh dan berdaya saing.

Sementara itu, perwakilan Seskoad menjelaskan bahwa kegiatan KKL Wilhan yang berlangsung pada 6–9 April 2026 mengusung tema “Sinergitas Komponen Bangsa dalam Penanggulangan Bencana Guna Memperkuat Ketahanan Nasional.”

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, wawasan, dan kemampuan analisis para perwira siswa terhadap dinamika wilayah, khususnya dalam implementasi pembinaan teritorial (Binter).

Indonesia sebagai negara dengan tingkat kerawanan bencana tinggi membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, dan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X