• Selasa, 20 Oktober 2026

Harga Emas Naik di Tengah Konflik Timur Tengah, Tapi Catat Penurunan Terburuk Sejak 2008

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 31 Maret 2026 | 13:49 WIB
Harga Emas Naik di Tengah Konflik Timur Tengah, Tapi Catat Penurunan Terburuk Sejak 2008
Harga Emas Naik di Tengah Konflik Timur Tengah, Tapi Catat Penurunan Terburuk Sejak 2008

MAHATVA.ID – Harga emas dunia menunjukkan penguatan dalam dua hari terakhir di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran. Namun di balik penguatan jangka pendek tersebut, emas justru mencatat penurunan bulanan yang tajam sepanjang Maret 2026.

Penurunan harga emas tercatat lebih dari 14,6% sepanjang Maret, menjadikannya salah satu performa bulanan terburuk sejak krisis keuangan global pada Oktober 2008.

Kontradiksi Pasar: Naik karena Konflik, Turun karena Suku Bunga

Secara historis, emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) saat terjadi ketidakpastian geopolitik. Konflik Timur Tengah biasanya mendorong investor beralih ke emas.

Namun kali ini terjadi fenomena kontradiktif:

  • Harga emas naik karena ketegangan geopolitik

  • Harga emas turun tajam secara bulanan akibat tekanan makroekonomi

Lonjakan harga energi akibat konflik memicu kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini membuat pasar memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi lebih lama.

Kebijakan The Fed Jadi Penentu

Pergerakan emas sangat dipengaruhi kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Saat suku bunga tinggi:

  • Imbal hasil obligasi meningkat

  • Dolar AS menguat

  • Emas menjadi kurang menarik karena tidak memberikan yield

The Fed diperkirakan akan menahan kebijakan sambil mengevaluasi dampak perang Iran terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X