• Selasa, 20 Oktober 2026

KNPI Tanimbar Ancam Boikot Groundbreaking Blok Masela, Desak Pemerintah Pusat Selesaikan Konflik Nelayan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 31 Maret 2026 | 21:02 WIB
KNPI Tanimbar Ancam Boikot Groundbreaking Blok Masela, Desak Pemerintah Pusat Selesaikan Konflik Nelayan
KNPI Tanimbar Ancam Boikot Groundbreaking Blok Masela, Desak Pemerintah Pusat Selesaikan Konflik Nelayan

MAHATVA.ID -Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alexandee Belay, S.Pi, melontarkan peringatan keras kepada pemerintah pusat terkait rencana groundbreaking proyek strategis nasional Blok Masela oleh Inpex. Dalam pernyataan yang disampaikan di Ambon, Selasa (31/3)

KNPI mendesak agar konflik nelayan di wilayah proyek segera diselesaikan secara tuntas sebelum pembangunan dimulai, dengan ancaman boikot jika pemerintah dinilai abai.


KNPI menegaskan bahwa keberhasilan proyek Blok Masela tidak hanya diukur dari nilai investasi, tetapi dari sejauh mana negara mampu melindungi masyarakat lokal yang terdampak langsung, khususnya nelayan tradisional.

“Konflik nelayan di lokasi Inpex ini sangat krusial. Jika persoalan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir belum diselesaikan, jangan harap pembangunan berjalan mulus. Harus ada keadilan sebelum peletakan batu pertama,” tegas Alexandee Belay.

Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan publik terhadap pemerintah di tengah percepatan proyek strategis nasional. KNPI menilai, hingga kini aspirasi nelayan terkait akses wilayah tangkap dan dampak lingkungan belum tertangani secara memadai.

Menurut KNPI, ruang tangkap nelayan bukan sekadar wilayah ekonomi, melainkan sumber kehidupan yang tidak bisa dikompromikan tanpa solusi konkret. Ketidakjelasan zonasi dan kompensasi dinilai berpotensi memicu konflik sosial yang lebih luas.

KNPI juga menyoroti pentingnya pendekatan yang adil dan transparan dalam menyelesaikan persoalan ini. Mereka menilai, percepatan proyek tanpa penyelesaian konflik justru berisiko menghambat investasi itu sendiri.

“Jika pemerintah tidak mengambil langkah bijak, kami siap berdiri bersama masyarakat untuk memboikot proses groundbreaking Blok Masela. Ini bukan ancaman kosong. Kepentingan rakyat kecil harus ditempatkan di atas segalanya,” lanjutnya.

Di sisi lain, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah pusat maupun pihak Inpex terkait tuntutan terbaru tersebut. Namun sebelumnya, pemerintah menyatakan komitmen untuk memastikan proyek strategis berjalan seiring dengan perlindungan masyarakat lokal.

Blok Masela merupakan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang diproyeksikan menopang ketahanan energi nasional. Namun, dinamika di lapangan menunjukkan bahwa investasi besar tidak lepas dari tantangan sosial.

Terlepas dari itu, kata Alex Balai, konflik antara kepentingan industri dan masyarakat pesisir menjadi ujian serius bagi tata kelola pembangunan nasional. Ia menekankan, jika tidak dikelola secara inklusif, proyek strategis berpotensi kehilangan legitimasi sosial.

Lebih lanjut, Alex Balai mengingatkan bahwa pengalaman di berbagai wilayah menunjukkan konflik sosial yang tidak diselesaikan sejak awal dapat berdampak pada keterlambatan proyek, peningkatan biaya, hingga instabilitas keamanan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X