• Selasa, 20 Oktober 2026

Harga Batu Bara dan Nikel Didorong Stabil, Pemerintah Percepat Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 26 Maret 2026 | 22:29 WIB
Harga Batu Bara dan Nikel Didorong Stabil, Pemerintah Percepat Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional
Harga Batu Bara dan Nikel Didorong Stabil, Pemerintah Percepat Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional

BOGOR, MAHAVA.ID -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah berharap harga komoditas batu bara dan nikel tetap stabil guna menopang ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

Hal itu disampaikan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3/2026).

Bahlil menegaskan, stabilitas harga dua komoditas strategis tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan sektor energi nasional. Pemerintah, kata dia, juga membuka peluang relaksasi kebijakan secara terukur, dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar global.

“Yang penting kita inginkan harganya bagus terus. Kita akan lihat kemungkinan relaksasi, tetapi tetap terukur,” ujar Bahlil.

Di sisi lain, pemerintah mempercepat program hilirisasi sebagai strategi jangka panjang. Dari 20 proyek tahap awal, sebagian telah memasuki tahap groundbreaking, sementara sisanya dijadwalkan mulai dalam waktu dekat.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan 13 proyek hilirisasi baru dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp239 triliun. Seluruh proyek tersebut kini dalam tahap finalisasi untuk segera dieksekusi.

Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat struktur industri nasional. Hilirisasi juga diposisikan sebagai instrumen untuk mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah.

Selain hilirisasi, pengembangan energi alternatif menjadi fokus utama. Presiden Prabowo, menurut Bahlil, menginstruksikan optimalisasi seluruh potensi energi domestik, termasuk etanol dan biodiesel berbasis crude palm oil (CPO), serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan.

Arahan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian energi sekaligus merespons tekanan eksternal dari volatilitas harga minyak global.

Bahlil juga memastikan hingga saat ini belum ada perubahan kebijakan terkait pengelolaan batu bara dan nikel. Pemerintah tetap memantau dinamika pasar internasional, termasuk aspek keseimbangan pasokan dan permintaan (supply and demand).

Jika harga komoditas terus stabil, pemerintah akan mempertimbangkan penyesuaian produksi secara hati-hati agar tidak mengganggu keseimbangan pasar maupun kepentingan nasional.

Lebih jauh, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada kepentingan negara. Sumber daya alam, menurutnya, merupakan aset strategis yang harus dijaga sekaligus dioptimalkan untuk meningkatkan penerimaan negara.

Pemerintah juga diminta mengevaluasi sektor mineral yang dinilai belum memberikan kontribusi maksimal bagi negara, guna memastikan distribusi manfaat yang lebih adil.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X