• Rabu, 21 Oktober 2026

Labertus Siarmasa Serukan Perubahan Paradigma Sofyanin: Generasi Muda Diminta Bersatu Bangun Desa Bermartabat

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 25 Maret 2026 | 23:49 WIB
Labertus Siarmasa Serukan Perubahan Paradigma Sofyanin: Generasi Muda Diminta Bersatu Bangun Desa Bermartabat
Labertus Siarmasa Serukan Perubahan Paradigma Sofyanin: Generasi Muda Diminta Bersatu Bangun Desa Bermartabat

Ia mengangkat istilah “SIFAKIFAN” sebagai salah satu persoalan mendasar yang diduga menghambat kemajuan, di samping faktor ekonomi keluarga dan minimnya perhatian dari tokoh-tokoh pada masa lalu dalam mendorong keberlanjutan generasi.


“Kadang saya sedih. Begitu banyak anak yang sudah disiapkan, tapi tidak ada yang melanjutkan. Padahal tujuan kita jelas: menciptakan generasi yang bisa masuk birokrasi, punya pekerjaan layak, dan membawa perubahan,” katanya.


Di tengah keprihatinan itu, ia menegaskan pentingnya solidaritas sosial sebagai kunci utama kemajuan. Menurutnya, keberhasilan individu harus diikuti dengan tanggung jawab kolektif untuk membantu generasi berikutnya.


“Kalau kita sudah berhasil, jangan hanya pikir keluarga sendiri. Kita harus bantu anak-anak Sofyanin lainnya. Harus ada regenerasi yang nyata,” tegasnya.


Labert juga menyoroti perlunya membangun jaringan dan membuka akses bagi generasi muda, baik dalam pendidikan maupun dunia kerja. Ia menilai, tanpa kolaborasi dan komitmen bersama, potensi besar Sofyanin akan terus terhambat.



Menutup pernyataannya, Labert Siarmasa menekankan bahwa Sofyanin tidak kekurangan potensi, melainkan membutuhkan perubahan cara pandang. Dari sikap individual menuju solidaritas kolektif, dari perbedaan menuju persatuan, dan dari sekadar harapan menjadi tindakan nyata.


“Masa depan Sofyanin ada di tangan generasi mudanya. Kalau kita bersatu dan saling menopang, maka desa ini pasti bisa menjadi negeri yang bermartabat,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X