• Rabu, 21 Oktober 2026

Figur Kunci Penguatan Tanimbar: Letkol Inf Hendra Suryaningrat Kembali ke Saumlaki, Usung Pendekatan Humanis & Stabilitas Keamanan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 22 Maret 2026 | 15:06 WIB
Figur Kunci Penguatan Tanimbar: Letkol Inf Hendra Suryaningrat Kembali ke Saumlaki, Usung Pendekatan Humanis & Stabilitas Keamanan
Figur Kunci Penguatan Tanimbar: Letkol Inf Hendra Suryaningrat Kembali ke Saumlaki, Usung Pendekatan Humanis & Stabilitas Keamanan

Pernyataan ini menjadi dasar pendekatan humanis yang dinilai relevan dalam konteks Tanimbar, wilayah dengan struktur sosial berbasis adat yang kuat. Di kawasan seperti ini, stabilitas keamanan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kepercayaan masyarakat.

Pendekatan humanis tersebut telah terbukti efektif dalam meredam potensi konflik sosial, memperkuat komunikasi lintas kelompok, serta membangun rasa aman yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Penguatan Bertahap di Wilayah Perbatasan

Penempatan 138 personel Brigif 39 Nusa Manan merupakan tahap awal dari strategi penguatan pertahanan di wilayah perbatasan. TNI membuka kemungkinan penambahan kekuatan sesuai dengan kebutuhan strategis di lapangan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen negara dalam:

Menjaga kedaulatan wilayah perbatasan

Memastikan stabilitas keamanan regional

Memperkuat kehadiran negara di kawasan terluar Indonesia

Penyambutan Sarat Makna Sinergi

Prosesi penyambutan di Pelabuhan Saumlaki dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, TNI, DPRD, serta tokoh adat Olilit. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan kuatnya sinergi antara negara dan masyarakat.

Momentum tersebut tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol:

Penguatan kolaborasi antara TNI dan masyarakat adat

Konsolidasi keamanan berbasis kearifan lokal

Awal integrasi program teritorial berkelanjutan

Tanimbar: Dijaga dengan Kekuatan, Didekati dengan Kepercayaan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X