• Rabu, 21 Oktober 2026

Iran Luncurkan Rudal Jarak Jauh 4.000 Km, Konflik dengan Israel Meluas hingga Samudra Hindia

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 22 Maret 2026 | 14:31 WIB
Iran Luncurkan Rudal Jarak Jauh 4.000 Km, Konflik dengan Israel Meluas hingga Samudra Hindia
Iran Luncurkan Rudal Jarak Jauh 4.000 Km, Konflik dengan Israel Meluas hingga Samudra Hindia

MAHATVA.ID – Konflik antara Iran dan Israel memasuki fase baru yang lebih berbahaya setelah Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik jarak jauh sejauh 4.000 kilometer yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat dan Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Militer Israel, Eyal Zamir, yang menyebut peluncuran tersebut sebagai pertama kalinya Teheran menggunakan rudal jarak jauh sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026.

Menurut Zamir, dua rudal yang diluncurkan Iran memperluas cakupan ancaman hingga jauh di luar kawasan Timur Tengah.

“Rudal-rudal ini tidak dimaksudkan untuk menyerang Israel. Jangkauannya mencapai ibu kota Eropa, Berlin, Paris, dan Roma semuanya berada dalam jangkauan ancaman langsung,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Minggu (22/3/2026).


Eskalasi Konflik Meluas

Militer Israel menilai penggunaan rudal jarak jauh ini menandai ekspansi signifikan konflik, yang kini tidak lagi terbatas di Timur Tengah. Serangan tersebut terjadi sebelum pemerintah Inggris memberikan otorisasi kepada AS untuk menggunakan pangkalan militernya dalam menyerang situs rudal Iran.

Di tengah eskalasi tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, justru mengisyaratkan kemungkinan pengurangan operasi militer.

“Kami makin mendekati pencapaian tujuan kami saat kami mempertimbangkan untuk mengakhiri secara bertahap upaya militer besar kami di Timur Tengah terkait rezim teroris Iran,” tulis Trump di platform Truth Social.

Trump juga menegaskan bahwa pengamanan Selat Hormuz seharusnya menjadi tanggung jawab negara-negara lain, bukan Amerika Serikat.

Namun, sikap Trump yang dinilai berubah-ubah membuat sekutu tradisional AS, termasuk negara-negara NATO, kesulitan menentukan posisi. Beberapa negara disebut enggan terlibat dalam konflik yang dinilai tidak melalui konsultasi bersama.


Serangan Dekat Fasilitas Nuklir Israel

Di sisi lain, Iran juga melancarkan serangan rudal ke wilayah selatan Israel, tepatnya di kota Dimona. Wilayah ini diketahui berada dekat dengan fasilitas nuklir Israel yang sangat dirahasiakan.

Serangan tersebut menyebabkan seorang anak mengalami luka parah dan puluhan lainnya terluka, menurut laporan layanan ambulans setempat.

Israel selama ini diyakini memiliki persenjataan nuklir, meskipun tidak pernah secara resmi mengonfirmasi atau menyangkalnya, dengan mempertahankan kebijakan “ambiguitas nuklir”.


Serangan Balasan dan Target Strategis

Media Iran melaporkan bahwa pasukan AS-Israel menyerang fasilitas pengayaan uranium di Natanz. Namun, otoritas setempat memastikan tidak ada kebocoran radioaktif.

Selain itu, serangan juga dilaporkan terjadi di pelabuhan Bushehr dan wilayah Pulau Kharg yang merupakan titik vital ekspor minyak Iran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X